Berita

Pertahanan

Syafii Maarif Cs Gagas Doa Dan Ikrar Anak Bangsa Untuk Cegah Perpecahan

KAMIS, 28 FEBRUARI 2019 | 18:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Khawatir dengan situasi akhir-akhir ini yang makin banyak hoax dan fitnah, sejumlah tokoh yang tergabung dalam Aliansi Anak Bangsa akan menyelenggarakan kegiatan "Doa dan Ikrar Anak Bangsa Untuk Indonesia".

Penyelenggaraan kegiatan yang dipimpin oleh para tokoh agama dan kepercayaan di Indonesia ini juga didasari kekhawatiran munculnya gerakan yang mengarah pada terjadinya keretakan sosial dan perpecahan bangsa.

"Akan ada pernyataan ikrar setia pada NKRI dan Pancasila oleh seluruh peserta yang hadir," kata inisiatori acara, cendekiawan dan tokoh lintas agama Prof Syafii Maarif saat menggelar konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (28/2).


Para tokoh yang tergabung dalam aliansi ini adalah Ust Andi Yusuf, Inisiator Irmanjaya, Pdt Martin L Sinaga, Uung Lunggana, Ela Trikora, Ngatawi Al-Zastrow dan Pdt Irfan.

Acara Doa dan Ikrar Anak Bangsa akan dilaksanakan pada 24 Maret 2019 di lapangan Silang Monas Jakarta. Acara akan diikuti oleh seluruh warga bangsa Indonesia, lintas agama, kepercayaan dan suku serta etnis. Dihadiri para tokoh agama, adat, pemuda, para pejabat, seniman, budayawan serta para sesepuh bangsa.

Buya Syafii menjelaskan keberagaman adalah sunnatullah dan menjadi khittah dari bangsa Indonesia. Kenyataan inilah yang diyakini oleh para pendiri bangsa sehingga menerimanya sebagai kenyataan dan menjaganya dalam satu spirit kebangsaan dalam bentuk NKRI yang berdasarkan Pancasila.

"Ini artinya menjaga dan mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara NKRI  yang berdasar Pancasila hakekatnya merupakan perwujudan dari spirit mengamalkan ajaran dan nilai-nilai agama. Karena semua sila yang ada dalam  Pancasila merupakan cerminan dari ajaran dan nilai-nilai agama. Dan agama juga memerintahkan manusia untuk menjaga dan melindungi semua ciptaan Tuhan yang berbagai ragam jenisnya sebagaimana yang ada dalam bangsa Indonesia," kata Buya Syafii.

Dia menekankan bahwa akhir-akhir ini muncul gerakan yang mengarah pada terjadinya keretakan sosial dan perpecahan bangsa. Gerakan ini semakin marak karena adanya tarikan  kepentingan politik. Fitnah, hoax, caci maki dan ujaran kebencian yang  bertebaran di masyarakat telah menghancurkan rasa persaudaraan dan  persatuan antar sesama warga bangsa yang bisa mengancam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dia menjelaskan acara Doa dan Ikrar Anak Bangsa ini dimaksudkan sebagai upaya membangkitkan kembali semangat persaudaraan dan persatuan warga bangsa yang terkikis oleh maraknya fitnah, caci maki dan kebencian. Acara ini juga bisa menjadi momentum silaturrahmi untuk merajut kebersamaan dan membangun gerakan bersama bagi semua  warga bangsa yang telah memiliki komitmen kebangsaan.

Selain itu acara Doa dan Ikrar Anak Bangsa ini juga dimaksudkan untuk mengurangi ketegangan yang terjadi di masyarakat akibat pertarungan politik.

Melalui kegiatan ini diharapkan akan muncul kesadaran bahwa menjaga kerukunan, persaudaraan dan persatuan jauh lebih penting daripada intrik politik yang memancing permusuhan. Dengan demikian akan tercipta suasana sejuk dan damai di kalangan masyarakat.

"Pada kesempatan ini pula, kami menghimbau, mengundang, memohon dan  memanggil seluruh elemen anak bangsa untuk turut hadir dalam acara doa  bersama ini," demikian Buya.***

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya