Berita

Global

Pavilion Indonesia Sedot Perhatian Di Pameran Furnitur Kanada

SENIN, 25 FEBRUARI 2019 | 14:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ratusan orang memadati stand Pavilion Indonesia di kegiatan BC Home And Garden Show 2019 di Vancouver Kanada pekan kemarin, tepatnya tanggal 20-24 Februari 2019.
 
Stand yang didirikan oleh Konsulat Jenderal RI (KJRI) Vancouver, bekerja sama dengan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver serta menggandeng Diaspora Indonesia itu mengulang kesuksesan seperti tahun 2018 lalu.
 
Untuk diketahui, pameran design, renovasi, furniture dan lifestyle tersebut yang merupakan salah satu pameran terbesar di Kanada.
 

 
Kegiatan tersebut dimeriahkan oleh lebih dari 700 exhibitors dan disponsori oleh puluhan perusahaan besar dunia.
 
Kegiatan itu berhasil menyedot lebih dari 40.000 potential buyers baik nasional maupun internasional.
 
Pavilion Indonesia sendiri berhasil menjadi salah satu stand yang paling ramai dipadati buyers dan potential buyers.
 
Betapa tidak, tiga perusahaan yang dilibatkan dalam pameran itu, yakni Casamia, The Teak Tree dan Cantiq Living, memamerkan furniture, home decor, dan handicraft. Produk-produk Indonesia yang dipamerkan relatif mengungguli produk-produk manufaktur yang banyak dijual pada pameran.
 
Keunggulan produk Indonesia yang dipamerkan adalah hand-made, namun dengan kualitas tinggi dan ramah lingkungan yang didesain dengan unik dan alami, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, pembeli maupun designer.
 
BC Home and Garden Show sendiri merupakan peluang yang besar untuk mempromosikan produk-produk Indonesia, mengingat pameran ini dilaksanakan secara reguler dan termasuk dalam agenda tahunan.
 
Pengunjung yang hadir juga sebagian besar adalah dari kalangan designer pembangunan, renovasi rumah, dan pelaku bisnis bidang dekorasi/furniture.
 
Selain itu, minat masyarakat terlihat sangat tinggi terhadap produk-produk unggulan yang ditawarkan pada pameran ini, baik dari sisi desain, kualitas bahan dan ramah lingkungan. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya