Berita

Prabowo Subianto dan KH Mahfudz Syaubari/Humas BPN Prabowo-Sandi

Politik

Prabowo Terharu Syair Kebangsaan Yang Dibacakan KH Mahfudz

MINGGU, 24 FEBRUARI 2019 | 11:21 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pengasuh Pondok Pesantren Riyadlul Jannah Mojokerto, KH Mahfudz Syaubari mengumandangkan syair kebangsaan saat kunjungan Prabowo Subianto di Pondok Pesantren Riyadlul Jannah, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu malam (23/2).

Syair tersebut ditulis kiai Mahfudz pada tahun 2014 lalu dalam dua bahasa yakni Arab dan Indonesia.

Kiai Mahfudz juga dikenal sebagai wirausahawan dan berjiwa seniman. Syair gubahannya dimaksudkan agar setiap elemen bangsa saling bahu membahu tanpa memandang pangkat dan jabatan dengan berpedoman pada petunjuk Allah SWT.


"Dalam negeri kaya yang kita cintai, cinta tanah air harus mengembangkan kekayaan alam di berbagai bidang. Berdiri sendiri dan mempertahankan daulat kebangsaan dan kenegaraan. Lautan kita luas dalam nan lepas ayo dijaga biar tidak terampas. Subur tanahnya macam-macam isinya ayo dikelola jangan sia-sia. Pancasila asas bangsa bernegara, UUD 45 pijakan kita. NKRI wajib kita pertahankan, sumpah pemuda tuk tekad perjuangan. Bhineka Tunggal Ika persaudaraan, saling hormat menjaga hak kewajiban. Bersama-sama menggapai cita-cita sebagai bangsa adil makmur sentosa," demikian isi syair kebangsaan yang dibacakan kiai Mahfudz di hadapan Prabowo.

Prabowo mengaku sangat terkesan dengan isi dan makna syair gubahan kiai Mahfudz tersebut.

"Saya sangat terharu karena ini dibuat lima tahun yang lalu, kalau dengar ini, dan tanpa koordinasi Pak, saya sebelumnya belum pernah terima ini, belum pernah dikasih ini, belum pernah mendengar Syi'ir kebangsaan ini. Tapi kalau dengar pidato kebangsaan saya saat di Jakarta Convention Center beberapa waktu lalu, saya kira itu hampir 90 persen ada di syair ini," ujar Prabowo.

"Nampaknya sudah ada yang atur, jadi syairnya dibuat di sini lima tahun lalu, mungkin tidak tahu pakai frekuensi apa tapi masuk ke hati dan kalbu saya Pak  kiai. Ini luar biasa," Prabowo menambahkan.

Memaknai isi syair kebangsaan, menurut Prabowo, usaha-usaha yang ingin memecah belah umat beragama dan menggambarkan islam itu radikal, serta tidak nasionalis sudah otomatis terbantahkan. Justru, lanjut Prabowo, syair ini menambah semangat nasionalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Gerakan Islam, tokoh-tokoh Islam ratusan tahun selalu membela rakyat, selalu membela kedaulatan, selalu melawan penjajah di mana-mana. Bahkan tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan itu bisa dikatakan mereka sulit dipisahkan dari kiai dan ulama," paparnya.

Demikian juga dengan perang kemerdekaan Indonesia di tahun 1945, Prabowo menjelaskan bahwa meski pembacaan proklamasi kemerdekaannya berada di Jakarta, tetapi ujian mempertahankan kemerdekaannya berada di Surabaya Jawa Timur pada 10 November 1945.

"Dan itu peran dari para ulama dan sungguh sangat besar dengan resolusi jihad yang dikeluarkan oleh para ulama Nahdlatul Ulama untuk membangkitkan perlawanan rakyat. Jadi saya terima kasih malam ini pencerahan bagi saya, malam ini membangkitkan dan memperkokoh keyakinan saya dan memberi energi kepada saya," tandasnya.[wid]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya