Berita

Humphrey Djemat/Net

Politik

Ketum PPP: Alasan Polisi Batalkan Deklarasi Roemah Joeang DIY Mengada-Ada

SABTU, 23 FEBRUARI 2019 | 16:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Deklarasi Roemah Joeang Prabowo-Sandi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang rencananya akan digelar di kantor DPW PPP DIY dibatalkan. Alasannya, karena pihak kepolisian setempat tidak dapat menerbitkan izin.

Polda DIY beralasan Sekretariat DPW PPP yang akan dijadikan tempat deklarasi masih dalam sengketa antara dua kubu di PPP. Selain itu, mereka juga mempertimbangkan lokasi acara yang berdekatan dengan Kantor PDIP, sehingga rawan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ketua Umum PPP Humphrey Djemat yang sedianya hadir memberi sambutan dan meresmikan Roemah Joeang DIY angkat bicara. Menurutnya, alasan polisi mengada-ada.


“Ini alasan yang mengada-ada. Sebab, kantor DPW PPP tersebut sudah sejak awal dikuasai dan diduduki oleh kami,” terangnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (23/2).

Sementara mengenai potensi kerawanan, HD sapaan akrab Humphrey menegaskan bahwa pihak penyelenggara acara sudah menjamin tidak akan mengerahkan massa yang berlebihan, sehingga berpotensi munculnya keributan.

“Selain itu, bukankah tugas pihak keamanan untuk menjaga ketertiban kalau ada pihak luar yang memprovokasi selama acara berlangsung,” tanyanya.

HD menduga, sikap tindakan represif melarang acara tersebut lebih mengarah pada kekhawatiran pada potensi penurunan dukungan terhadap salah satu pasangan calon.

“Ini karena PPP Yogya terkenal sangat militan mendukung pasangan 02 dan menentang pendzoliman yang telah dilakukan penguasa terhadap PPP,” tegasnya.

“Ini merupakan bentuk kesewenang-wenangan dari penguasa sudah bersifat otoriter,” pungkas HD. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya