Berita

AM Putut Prabantoro-Brigjen TNI Lukman Hasyim/Dok

Politik

Putut Prabantoro: TMP Tempat Pendidikan Ideologi Negara Dan Patriotisme

SABTU, 23 FEBRUARI 2019 | 15:30 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Taman Makam Pahlawan (TMP) harus terus diperkenalkan dan didekatkan kepada generasi baru dari jenjang pendidikan dasar hinga tinggi. Karena TMP sebenarnya merupakan tempat pendidikan senyatanya tentang ideologi negara dan patriotisme.

Perjuangan para pahlawan yang dibaringkan di situ memiliki jejak hidup yang tidak perlu diragukan lagi ideologi dan semangat cinta tanah air (patriotisme), yang suri tauladannya perlu dijadikan nilai luhur yang harus terus dijaga semangatnya.

Demikian ditegaskan oleh alumnus Lemhannas PPSA XXI, AM Putut Prabantoro kepada peserta penyegaran dari Komando Garnisun Tetap III/Surabaya, di Surabaya, Jumat (22/2). Hadir dalam penyegaran itu, Kasgartap III/Sby, Brigjen TNI (Mar) Lukman Hasyim dan Kasgartap I/Jakarta, Brigjen TNI Herianto Syahputra.


Menurut Putut Prabantoro, TMP itu tidak hanya tempat pemakaman seperti pada umumnya. TMP itu tempat pemakaman para pahlawan, warga negara Indonesia yang oleh negara telah ditetapkan memenuhi syarat untuk mendapat penghormatan tinggi dari negara.

Mereka telah membuktikan baktinya yang luar biasa kepada negara dan bangsa Indonesi dan jejak kehidupan bisa dilihat dari berbagai tanda jasa yang telah diterimanya.

"Namun Taman Makam Pahlawan tidak bisa berbicara dan tidak bisa bersaksi. Komando Garnisun Tetap karena salah satu tugasnya dapat membuat TMP ini menjadi saksi dari nilai keteladanan yang harus diikuti oleh generasi baru. Tanpa diceritakan, TMP hanya sebagai tempat pemakaman umum, sepi dan sunyi. Hanya keluarga yang tahu siapa yang dibaringkan di situ. Namun, TMP itu milik negara, milik bangsa dan mereka yang dibaringkan di situ sudah diakui jasanya oleh negara," tegas Putut Prabantoro, yang berprofesi sebagai Konsultan Komunikasi Publik.

TMP, masih menurut Putut Prabantoro, seharusnya menjadi tempat pendikan ideologi negara dan patriotisme bagi para siswa pendidikan sekolah dasar, menengah dan pendidikan. Mereka yang dibaringkan di TMP adalah mereka yang setia akan ideologi negara, Pancasila serta membuktikan diri sangat luar biasa dalam mencintai tanah air.

Dengan ke TMP, anak-anak akan mulai dibiasakan untuk menghormati siapa saja yang hadir di situ, yang dikenal ataupun tidak dikenal. Kedua, siswa pendidikan akan mencari para tokoh pahlawan yang telah diajarkan di sekolahnya. Mereka akan mulai bertanya dan mencatat apa saja yang dilihat, diceritakan di TMP itu. Tokoh yang dikenal dulu, yang akan mereka cari terutama terkait dengan nilai luhur yang telah disebar para pahlawan.

"Surabaya sebagai kota Pahlawan adalah gelar yang tidak dipungkiri lagi. Adanya hari Pahlawan juga menegaskan bahwa negara dan bangsa Indonesia sangat menghormati mereka yang telah membaktikan diri secara luar biasa, penuh integritas dan tidak pernah berputusa asa dalam menjaga NKRI. Oleh karena itu, Gartap perlu mengajak dan mendekatkan para siswa sekolah dengan TMP melalui berbagai acara," tegas Putut Prabantoro, yang juga Ketua Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa).

Mengadakan upacara di luar hari Pahlawan yang dilaksanakan oleh masing-masing sekolah secara bergantian, diurai lebih lanjut olehnya, adalah penting dan perlu. Selain menghormati bendera Merah Putih, siswa juga diajari untuk menghormati dan menghargai para pahlawan. Kemudian, mereka diminta untuk mencatat dan membuat suatu ringkasan dari apa yang telah dilakukan di TMP.

"Sebagai garnisun dari Kota Pahlawan, apa yang dilakukan Gartap III/SBY akan menjadi gerakan nasional karena diikuti oleh daerah lain. Ingin menjadi pahlawan harus ada patron atau teladan yang perlu diberikan kepada generasi baru atau mendatang," tegas Putut Prabantoro. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya