Berita

Politisi PDIP Effendi Simbolon/RMOL

Politik

PDIP: Silakan Bentuk Pansus Freeport Kalau Dirasa Belum Jelas

JUMAT, 22 FEBRUARI 2019 | 18:38 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Beberapa waktu lalu, pihak oposisi melalui fraksi-fraksinya di Komisi VII DPR mengusulkan untuk membentuk Pansus Divestasi Freeport guna menelusuri permainan di balik layar dalam proses tersebut.

Baru-baru ini, Direktur Debat dan Materi BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said mengungkap adanya pertemuan rahasia antara Presiden Joko Widodo dengan Bos Freeport James Moffet di bulan Oktober 2015.

Alhasil pernyataan itu makin meyakinkan publik bahwa ada skandal besar di balik proses divestasi saham Freeport yang bermula dari adanya pertemuan rahasia tersebut.


"Ya kalau masih ada yang diragukan dalam perjanjian yang ditandatangani kemarin ya bisa saja dibuat (Pansus). Ada pokja atau pansus atau dalam lingkup komisi juga bisa dilakukan kalau memang masih dirasakan ada yang belum jelas," kata politisi PDIP Effendi Simbolon di Komplek DPR, Jakarta, Jumat (22/2).

Hal itu mengingat perlunya keterbukaan publik biar jelas serta tidak ada yang ditutup-tutupi. Menurut dia, ucapan Sudirman Said ada tendensi yang menyudutkan Presiden Jokowi.

"Kalau masih diperlukan soal verifikasi ya silakan saja dibentuk pansus atau panja atau apapun untuk dilakukan audit," tegas anggota DPR ini.

Namun menurut Effendi, proses divestasi saham 51 persen itu sudah clear. Dan hal itu menjadi bentuk keberhasilan pemerintahan Jokowi.

"Tapi sejauh ini kan enggak ada yang harus dipertanyakan lagi, bahwa ini sudah terjadi pengalihan saham dalam bentuk kita membeli dengan jumlah nilai total sekarang 51 persen dan memang ada turunan yang belum terbuka, kalau masih ada yang perlu dibuka jelas silakan saja bentuk pansus," pungkasnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya