Berita

Fritz Edward Siregar/RMOL

Politik

Tjahjo Dan Nasir Diduga Kampanye, Bawaslu: Jaga Netralitas!

JUMAT, 22 FEBRUARI 2019 | 18:19 WIB | LAPORAN:

. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengimbau jajaran menteri kabinet untuk memegang teguh aturan dalam Peraturan Bawaslu Nomor 6/2018 terkait Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri.

"Bawaslu kan sudah buat Perbawalsu 6/2018 soal Netralitas ASN, TNI dan Polri," tegas Anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar kepada wartawan, Jumat (22/2).

Hal itu diungkapkan Fritz menanggapi aksi beberapa menteri Presiden Joko Widodo, seperti pernyataan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang disinyalir sebagai kampanye terselubung.


Fritz enggan menanggapi lebih jauh tentang adanya kemungkinan menjadikan pernyataan kedua menteri itu sebagai temuan pelanggaran pemilu.

Namun yang pasti, Fritz menekankan, terkait Perbawalsu 6/2018, Bawaslu bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Mendagri Tjahjo Kumolo, Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) telah sama-sama menandatangani MoU yang berisi semua pihak setuju untuk tetap bersinergi dalam menjaga netralitas TNI, Polri dan ASN.

"Semua pihak harus diminta menjaga itu," pungkas Fritz.

Menristekdikti Mohamad Nasir diduga melakukan upaya mengarahkan para

Kepada peserta Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-24 di Lapangan Renon, Denpasar, Bali, Kamis kemarin, Menristekdikti Mohamad Nasir diduga melakukan upaya mengarahkan untuk memilih pasangan paslon nomor urut 01, Joko Widodo-Maruf Amin.

"Silakan Anda memilih dengan nurani saudara. Oleh karena itu, dalam hal ini jangan sampai dicoblos dua. Dicoblos dua, batal itu namanya nanti ya. Dicoblos hanya satu saja. Satu saja, jangan coblos dua. Satu saja supaya benar," imbau Mohamad Nasir.

Sementara Mendagri Tjahjo, pada acara yang dihadiri oleh 3.000 kepala desa dan 500 badan musyawarah desa dalam Rakornas Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Rabu (20/2), meminta para peserta yang hadir untuk meneriakkan nama Jokowi.

"Terima kasih Pak Jokowi. Tolong untuk kepala desa dan badan musyawarah desa berdiri. Kalau saya teriak dana desa, Pak Jokowi," ujar Tjahjo.

"Dana desa," teriak Tjahjo lantang. "Pak Jokowi," jawab para peserta tak mau kalah. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya