Berita

PT Freeport/Net

Politik

Jokowi Bisa Jadi Bulan-Bulanan Dari Pembelian Saham Freeport

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 | 23:42 WIB | LAPORAN:

Pemerintah sudah sering diberi peringatan oleh Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah agar transparan dalam pembelian saham perusahaan asing.

Pasalnya, jika transparansi tidak dikedepankan maka pembelian saham PT Freeport Indonesia dikhawatirkan bisa menjadi skandal besar di kemudian hari.

"Saya kan sudah sering mengingatkan kalau pemerintah tidak transparan dari awal tentang bagaimana uang pinjaman didapatkan yang menyebabkan tiba-tiba sebuah BUMN kecil sekelas Inalum menggelembung menjadi perusahaan raksasa yang mampu membelikan 51 persen saham Freeport," jelas Fahri Hamzah kepada wartawan, Kamis (21/2) .


Dia menjelaskan, sebenarnya mantan Menteri ESDM Sudirman Said pada Rabu kemarin (20/2) membeberkan kronologi pembelian saham Freeport sebesar 51 persen oleh Inalum.Menurut Fahri, paket perjanjian pembelian saham tidak sepenuhnya menguntungkan Indonesia.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, pembelian saham Freeport oleh PT Inalum merupakan satu peristiwa yang ajaib. Apalagi, semua pihak mengetahui ternyata Inalum punya pinjaman sangat besar.

"Pinjam meminjam di negara kita ini ketika utang kemudian ditumpuk melalui BUMN. Padahal, tidak pernah BUMN kita ini menumpuk utang sebesar yang kita punya sekarang," ungkap Fahri.

Dengan membeberkan kronologis pembelian saham Freeport, maka Sudirman Said bakal menjadi narasumber jika di masa mendatang terdapat investigasi untuk menguak skandal itu secara terbuka. Kalau itu terjadi bakal berdampak langsung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Dan tentunya Pak Jokowi bisa menjadi pihak yang akan menjadi bulan-bulanan. Sekali lagi, inilah pentingnya keterbukaan," tegas Fahri. [wah]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya