Berita

Presiden Joko Widodo di acara Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia/Net

Hukum

Bukti Tetapkan Tersangka Korupsi Kemah Pemuda Sudah Cukup

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 | 21:46 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Kepolisian sudah mengantongi calon tersangka kasus dugaan penyelewengan dana kegiatan Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia yang diinisiasi Kementerian Pemuda dan Olahraga.

"Bukti-bukti (untuk menetapkan tersangka) sudah cukup," kata Kasubdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendrawan, Kamis (21/2).

Belum ditetapkannya tersangka, kata Bhakti, karena saat ini pihaknya masih menunggu perhitungan kerugian negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).


"Masih rapat-rapat terus," imbuhnya.

Bhakti menyatakan bahwa timnya sudah mengantongi potensi kerugian negara dalam kasus tersebut. Dia menduga belum kelarnya perhitungan yang dilakukan BPK karena ada tekanan.

"Kayaknya mereka (auditor BPK) juga ada tekanan dari pimpinan mereka. Kalau kami nggak akan mengeluarkan estimasi meskipun sudah kelihatan (jumlah kerugian negaranya)," imbuh dia.

Acara Kemah Pemuda Islam dilaksanakan pada Desember 2017. Kemepora menghibahkan anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk kegiatan tersebut. Dana dibagikan kepada dua organisasi yang menyelenggarakan kegiatan kemah, Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan kegiatan Kemah Pemuda Islam yang dihadiri langsung Presiden Joko Widodo merupakan inisiasinya untuk menguatkan silaturahim dan ukhuwah islamiyah antara Pemuda Muhammadiyah dan Gerakan Pemuda Ansor.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya