Berita

Diskudi KedaiKOPI/RMOL

Politik

Niat Jokowi Mempermalukan Prabowo Selalu Berujung Blunder

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 | 19:20 WIB | LAPORAN:

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menilai calon presiden petahana, Joko Widodo selalu ingin mempermalukan sang rival, Prabowo Subianto dalam debat pilpres. Namun niatan Jokowi selalu berbuah blunder.

Jurubicara BPN, Ahmad Riza Patria mengatakan, dilihat dari debat pilpres pertama maupun kedua, masyarakat sebenarnya dapat menyimpulkan siapa sebetulnya calon pemimpin yang lebih memiliki sifat kenegarawanan.

"Misalkan tanya soal unicorn. Prabowo itu ketika nanya ke Pak Jokowi, ini pronunciation-nya (pengucapan) benar nggak. Unicorn, itu beda dasar antara corn sama con. Jadi kira-kira begitulah," jelasnya dalam diskusi yang diselenggarakan oleh KedaiKOPI, di kawasan Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Kamis (21/2).


Menurut ketua DPP Partai Gerindra itu, pertanyaan yang dilontarkan oleh Jokowi dimaksudkan untuk menjebak. Buktinya, dalam beberapa kesempatan pun Jokowi memang terus melancarkan pernyataan-pernyataan yang menyerang pribadi Prabowo.

"Saya meyakini ini Pak Jokowi karakternya ingin menyerang, beliau petahana tapi offensive. Debat pertama, dalam kampanye internal, deklarasi, menyerang terus. Saya bukan diktator, saya tidak punya beban masa lalu," urainya.

"Ini serang pakai (pertanyaan) unicorn. Akhirnya blunder sendiri. Kelihatan siapa yang cerdas, siapa yang nggak,” tandasnya.

Upaya menyerang pribadi yang dilancarkan oleh Jokowi berikutnya menurut Riza adalah mengungkit tentang kepemilikan lahan seluas ratusan ribu hektare oleh Prabowo. Padahal kenyataannya Prabowo hanya punya Hak Guna Usaha (HGU).

"Pak Jokowi ingin menjebak, mempermalukan karena ternyata Pak Jokowi lupa, di sekitar Pak Jokowi lebih banyak," pungkasnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya