Berita

Politik

Bawaslu Usulkan Pendukung Paslon Dikurangi Saat Debat

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 | 18:23 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengusulkan ke depan pendukung pasangan capres dan cawapres untuk dikurangi saat memasuki arena debat Pilpres. Alasannya untuk menjaga konsentrasi.

"Kehadiran pendukung kalau menganggu itu lebih baik dikurangi, itu usulan kami," ujar Komisioner Bawaslu, Rahmad Bagja di Media Center DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/2).

Bagja menyebutkan pengurangan itu sampai saat ini masih sebatas wacana yang akan terus dibicarakan bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU).


Menurutnya, Bawaslu pada dasarnya tidak ingin mengurangi hak pendukung yang merupakan masyarakat pemilih untuk mendukung jagoannya.

"Debat presiden yang menonton kan masyarakat, kehadiran pendukung tergantung dari kesepakatan penyelenggara dengan pasangan calon masing-masing," jelasnya.

Soal gambaran pengurangan pendukung itu, Bagja mengusulkan setiap paslon hanya membawa maksimal 75 orang ke dalam ruangan debat.

"Kemarin pembahasan di pleno itu antara 50 sampai 75 orang per masing-masing pendukung, maksimal itu," tukasnya. [rus]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya