Berita

Menristekdikti, Mohamad Nasir/Net

Politik

Kampanye Menristekdikti Lebih Parah Ketimbang Ketum PA 212

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 | 18:27 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Tindakan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir yang turut mengkampanyekan pasangan nomor 01 secara terselubung saat menghadiri Hari Kebangkitan Teknologi di Bali menuai kecaman.

Jubir BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menilai hal itu sudah menjadi tanda-tanda kecurangan pemilu.

"Kita minta tindakan dari Bawaslu. Ini kan kampanye terselubung. Ini lebih parah dengan apa yang dilakukan oleh Slamet Maarif dan Kepala Desa di Mojokerto," ungkap Andre kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (21/2).


Bagi Andre yang merupakan politisi Gerindra itu, hal ini menjadi ujian bagi penegakan hukum di Indonesia. Baik Bawaslu maupun Satgas Gakkumdu sudah sepatutnya bergerak untuk menyelidiki kasus ini.

"Ini ujian bagi penegakan hukum kita, apa hanya tajam untuk para pendukung Pak Prabowo tapi tumpul kepada pendukung Pak Jokowi," tegasnya.

Sebelumnya di Bali saat menghadiri Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-24 di Lapangan Renon, Denpasar pada hari ini, Nasir mengarahkan agar mahasiswa tidak golput tapi pilihlah satu jangan dua.

"Karena itu, silakan anda memilih dengan nurani saudara. Oleh karena itu, dalam hal ini jangan sampai dicoblos dua. Dicoblos dua, batal itu namanya nanti ya. Dicoblos hanya satu saja. Satu saja, jangan coblos dua. Satu saja supaya benar," katanya sedikit berkampanye.

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Solo dalam kasus dugaan pidana pemilu. Penetapan tersangka berkaitan dengan ceramahnya yang diduga mengajak umat memilih paslon 02 saat pelaksanaan tablig akbar PA 212 Solo Raya pada 13 Januari. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya