Berita

Jurubicara TKN Jokowi-Maruf, Eriko Sotarduga (baju putih)/RMOL

Politik

Jubir TKN: Kalau Nyerang Pribadi, Pasti Ditanya Kenapa Tidak Beristri?

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 | 15:42 WIB | LAPORAN:

. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf menepis anggapan bahwa Joko Widodo menyerang pribadi Prabowo Subianto soal kepemilikan lahan dalam debat kedua Pilpres beberapa hari lalu.

Jurubicara TKN Jokowi-Maruf, Eriko Sotarduga mengatakan, polemik terkait pernyataan Jokowi itu sebenarnya hanya masalah persepsi atau penilaian.

"Sekali lagi ini persepsi," tegas Eriko dalam diskusi yang diselenggarakan oleh KedaiKOPI, di kawasan Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Kamis (21/2).


"Kalau pribadi, kan ditanya kenapa tidak beristri. Ini mohon maaf, mohon maaf," lanjutnya.

Justru menurut Eriko, yang dilakukan Jokowi hanyalah untuk menciptakan keterbukaan sebagaimana calon anggota DPR yang melaporkan besaran harta yang dimiliki ke KPK untuk diumumkan ke publik.

Makanya, ditekankan politisi PDIP ini, pernyataan Jokowi tersebut bukanlah untuk menyerang pribadi Prabowo.

"Jadi saya kasih contoh, di Amerika dalam debat ada yang pernah nanya gini. 'Kenapa anda menjadikan sekretaris anda sebagai istri?. Tentu kita bertanya apakah ini ada kaitannya dengan pemerintahan'. Ternyata inti pertanyaannya adalah bagaimana anda bisa mengelola sesuatu yang besar sementara kesetiaan anda belum memiliki," pungkasnya.

Pada debat kedua Pilpres, Jokowi menyinggung bahwa Prabowo mempunyaai lahan di Kalimantan Timur seluas 220.000 hektar dan di Aceh Tengah seluas 120.000 hektar. Namun di akhir debat, Prabowo menjelaskan lahan itu berstatus hak guna usaha, kapan saja negara minta akan dikembalikan.

Banyak yang menilai, pernyataan Jokowi atas Prabowo tersebut adalah bentuk serangan personal dan diduga melanggar tata tertib debat yang sudah ditetapkan KPU. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya