Berita

Politik

Aktivis Buruh Kumpul Bareng Bahas Upah Layak

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 | 15:08 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

. Sejumlah aktivis buruh kumpul bareng dalam acara Forum Buruh Indonesia Bicara yang diselenggarakan di Lantai 3 Gedung Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPP FSPMI), Jakarta, Kamis (21/2).

Forum tersebut menjadi ruang bagi kaum buruh untuk menyampaikan gagasan dan pemikirannya dalam tema "Kerja Layak, Upah Layak, dan Hidup Layak Gagal Diwujudkan".

Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia, Didi Suprijadi yang menyatakan bahwa masih banyak guru di republik ini yang mengabdi belasan tahun dengan gaji hanya Rp. 300 ribu.


"Ini ironis. Sebab terjadi di negara yang memiliki cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun di saat yang bersamaan, nasib guru masih terabaikan," ujar Didi.

Bahkan, dikatakan Didi, janji pemerintah untuk mengangkat honorer menjadi ASN juga belum bisa diwujudkan.

Setali tiga uang dengan Didi, Wakil Sekretaris PP SPEE FSPMI, Samsuri mengatakan PP 78/2015 adalah biang keladi upah murah dimana ada pembatasan untuk kenaikan upah.

"Bahkan tidak ada lagi perundingan untuk menentukan upah minimum di daerah, karena besar kenaikan sudah diputuskan pemerintah pusat," jelasnya.

Lebih lanjut, Samsuri mekankan bahwa PP 78/2015 untuk segera dicabut. Hal ini untuk memberi harapan kesejahteraan bagi buruh.

"Kalau upah minimum untuk pekerja lajang saja susah didapat, bagaimana dengan upah buruh yang berkeluarga?" tegas Samsuri.

Selain Didi Suprijadi dan Samsuri, beberapa aktivis juga hadir yaitu Sabda Pranawa Djati (Sekretaris Jenderal ASPEK Indonesia/Sekretaris Jenderal Jamkeswatch), Mundiah (Vice President FSPMI), dan Kardinal (Ketua PC SPAI FSPMI). Selain itu, juga hadir aktivis buruh Bekasi, Muhammad Nurfahroji. [rus]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya