Berita

Malam Munajat 212/Net

Politik

Ikut Gagas Munajat 212, MUI DKI Sudah Masuk Ranah Politik

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 | 13:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Munajat 212 nanti malam yang digagas Mejelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta dan Lembaga Dakwah Front (LDF) FPI dinilai sangat kental muatan politik.

Demikian disampaikan pengamat politik dari The Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo kepada wartawan, Kamis (21/2).

"Penyelenggara MUI DKI Jakarta dan FPI tapi yang diundang adalah Sandiaga Uno, Anies Baswedan, ketua-ketua partai koalisi pendukung 02, saya kira MUI Jakarta sudah masuk ke ranah politis," kata Karyono.


Sekalipun kegiatan tersebut dikemas dengan zikir, istighosah dan doa bersama, dia menilai bahwa kegiatan itu adalah kegiatan politik praktis.

Kemudian, Karyono pun memberikan kritikan kepada MUI DKI agar tetap menjaga netralitas sebagai lembaga dan organisasi keagamaan.

"Harusnya MUI kan netral tidak masuk ke ranah politik. MUI pusat kan sudah bersikap netral, nah mestinya MUI DKI Jakarta ya harus sama sikapnya dengan MUI Pusat," ujarnya.

Jika tidak, dia mengkhawatirkan justru sikap ketua MUI DKI akan merusak legitimasi dari MUI sebagai kelembagaan.

"Saya kira ini menciderai sikap MUI yang bijak, MUI pusat yang sudah on the right track. Tentu saja dengan adanya kegiatan Munajat 212 yang diselenggarakan MUI DKI. Ini kenodai dan rusak image dan lembaga MUI," pungkasnya.

Karyono menduga kegiatan itu semakin menunjukkan kepentingan politik MUI DKI secara pribadi dengan capres tertentu.

"Saya kira MUI pusat harus bisa memberikan teguran kepada MUI Jakarta. Dan MUI jangan masuk ke ranah-ranah politis karena bisa merusak citra lembaga tersebut dan bisa timbulkan keretakan ummat," tutupnya.

MUI DKI Jakarta bersama LDF FPI menggelar acara Malam Munajat 212 di Silang Monas, Jakarta, Kamis (21/2).

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif sebelumnya mengatakan, acara yang mengangkat tema "Mengetuk Pintu Langit untuk keselamatan Bangsa dan Negara" ini mengundang semua tokoh ulama termasuk tokoh politik dan ketua umum partai politik. [rus]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya