Berita

Hidayat Nur Wahid/RMOL

Politik

Hidayat Nur Wahid: Dana Desa Sudah Era Presiden SBY

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 | 12:07 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

. Pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang mengklaim dana desa ada karena Presiden Joko Widodo patut disesalkan.

"Saya sayangkan Pak Mendagri membuat pernyataan yang tidak akurat semacam itu," ujar Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Kamis, 21/2).

Tjahjo yang juga politisi senior PDIP menyatakan hal itu pada Rapat Koordinasi Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Desa di Ecovention Ocean Ecopark, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Rabu (20/2).


"Ingat ya, anggaran dana desa itu karena ada Presiden Pak Joko Widodo," kata Tjahjo.

Menanggapi klaim Tjahjo, Hidayat mengingatkan bahwa anggaran untuk desa sudah dibuat pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui UU 6/2014 tentang Desa.

"Dana desa itu bedasarkan UU tentang Desa yang diteken oleh Pak SBY tahun 2014 dan sudah dianggarakan oleh beliau untuk tahun 2015, itu artinya bahwa dana desa ini ada karena ada UU tentang Desa," jelas politisi senior PKS ini.

Lebih aneh lagi, lanjut Hidayat, pada saat pembahasan UU 6/2014 tersebut, justru yang ada adalah PDI Perjuangan menyampaikan penolakan terhadap anggaran desa.

"Pada masa itu justru PDIP yang menolak dana desa. Jadi saya berharap besok Pak Mendagri mengkoreksi deh," tukasnya. [rus]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya