Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi Investor Utama Penyumbang Kegaduhan

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 | 11:43 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Meski debat calon presiden bagian kedua sudah berlangsung empat hari lalu, namun kegaduhan dan perdebatan masih menyelimuti masyarakat hingga saat ini.

Baik di dunia nyata ataupun di dunia maya, hampir setiap saat riuh efek debat menjadi tema berita.

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi TB Ardi Januar mengatakan, Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menjadi investor utama dalam menyumbang saham kegaduhan.


Mulai dari memaparkan sederet data bohong, hingga menyerang sisi pribadi Prabowo Subianto yang diindikasi kuat melanggar tata tertib aturan debat.

"Ironisnya, meski terbukti banyak mengutip data yang salah dan telah menimbulkan kegaduhan, Jokowi hingga saat ini tidak pernah mengakui kesalahan dan meminta maaf secara terbuka kepada publik. Dia seperti membiarkan masyarakat berdebat dan beradu urat," kata Ardi, Kamis (21/2).

Kesalahan Jokowi dalam mengutip banyak data memang sangat disayangkan. Bagaimana bisa seorang kepala negara berkali-kali memberikan keterangan tidak benar.

"Padahal, Jokowi memiliki instrumen dan perangkat kerja yang sangat lengkap. Dengan percaya diri Jokowi berbicara seakan menganggap orang lain tidak bisa mengkroscek fakta sebenarnya. Ingat, rakyat sudah cerdas," tegas Ardi.

Salah adalah manusiawi dan bisa menghinggapi siapa saja dan kapan saja.

"Tetapi sejatinya seorang pemimpin harus bisa memberikan contoh dengan cara ksatria meminta maaf kepada publik bila kedapatan melakukan kesalahan," pungkasnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya