Berita

Politik

BPN Bawa Tiga Catatan Evaluasi Debat Pilpres

RABU, 20 FEBRUARI 2019 | 12:33 WIB | LAPORAN:

. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi memiliki beberapa catatan evaluasi untuk memperbaiki debat-debat Pilpres berikutnya.

Direktur Direktorat Relawan BPN Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan mengatakan, jika dibandingkan dengan debat pertama, kualitas debat kedua cenderung lebih baik. Namun, tetap saja KPU harus melakukan perbaikan. Sebab pihaknya mencatat ada beberapa kekurangan.

Catatan itu akan disampaikan BPN dalam rapat koordinasi bersama KPU dan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf kali ini.


"Ada beberapa hal yang kami ingin sampaikan pada kesempatan nanti," kata Ferry Mursyidan saat ditemui di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/2).

Adapun catatan itu salah satu diantaranya adalah mengenai mekanisme pengundian pertanyaan dengan menggunakan fish bowl.

"Menurut saya juga sesuatu yang harusnya satu kotak untuk satu topik atau ada 4 topik yang dibagi, tapi diambil satu kotak. Kemarin kan ada pengambilan yang berasal dari dua tempat berbeda. Itu bukan undian lagi namanya. Filosofi undian itu kan enggak keluar. Itu yang nanti kita minta klarifikasi," ujarnya.

Catatan kedua, yakni mengenai moderator acara debat yang memberikan peringatan dua detik sebelum peserta memberikan jawaban. Padahal sedari awal pihaknya sudah mewanti-wanti kalau peringatan mengenai waktu harus diberi tahu lima detik sebelum waktu habis.

"Dua detik sebelum ini baru peringatan verbal. Itu jadi tidak terkesan ada pemotongan pembicaraan. Karena kan sebetulnya pemotongan pembicaraan itu membuat orang berhenti," sebut Ferry Mursyidan.

Moderator pun kata dia juga harus menjadikan debat berjalan dengan menarik. Salah satu caranya yakni dengan mendalami jawaban yang sudah diberikan oleh peserta.

"Seharusnya moderator bisa menggali mengeksplorasi ketika paslon yang berdebat itu tidak munculkan pikiran atau visi atau misinya," imbuhnya.

Adapun catatan ketiga, tambah Ferry Mursyidan, yakni mengenai ditegakkannya tata tertib debat oleh KPU. Diantaranya peserta tak boleh menyerang pribadi lawan. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya