Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Harusnya KPU Merespons Protes BPN

RABU, 20 FEBRUARI 2019 | 10:57 WIB | LAPORAN:

Sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang cenderung tidak responsif atas protes Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pada debat kandidat Pilpres 2019 kedua beberapa waktu lalu dikritik sejumlah pihak, termasuk Ketua Umum Benteng Prabowo, Syafti Hidayat.

Pria yang akrab disapa Uchok ini protes itu wajar dilakukan karena diduga calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan pelanggaran.

Pelanggaran itu, kata Syafti yakni Jokowi telah menyerang pribadi sang lawan yakni Prabowo Subianto.


Sambung Syafti, hal itu terlihat dari pernyataan Jokowi soal  lahan seluas ratusan ribu hektare dimiliki Prabowo.

"Protes dari pendukung 02 itu adalah hal yang wajar, merespons pernyataan Jokowi yang menyangkut urusan pribadi," tegas Syafti saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (20/2).

Terlebih, lanjut Syafti, protes itu sesungguhnya didasarkan pada aturan yang dibuat KPU sendiri. Yakni dalam debat, kandidat Pilpres tak boleh sekalipun menyerang personal.

"Seharusnya KPU memberikan peringatan kepada Jokowi. Karena KPU sudah membuat aturan bahwa dalam debat Pilpres 2019 tidak boleh menyerang urusan pribadi," demikian Syafti. [jto]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya