Berita

Foto:Net

Nusantara

Orang Tua Harus Awasi Anak Agar Tidak Terlibat Geng Motor

RABU, 20 FEBRUARI 2019 | 10:28 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) prihatin dengan banyaknya keterlibatan anak dalam peristiwa geng motor. Keterlibatan anak dalam geng motor sebenarnya adalah bentuk pencarian identitas diri namun dengan cara yang tidak tepat.

"Anak-anak ini terlibat dalam geng motor karena merasa ingin diakui keberadaan dan eksistensi dirinya di kelompok sehingga ikut terlibat dalam geng motor," kata Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati, Rabu (20/2).

KPAI menghimbau orang tua untuk memberikan perhatian penuh pada anak-anak dan memberikan rasa nyaman, sehingga anak-anak merasa diterima oleh orang tua, apalagi jika anaknya.


"Banyak anak merasa komunikasi orang tua dengan anak hanya ngomel melulu, jarang diapresiasi, sehingga anak merasa lebih nyaman di luar rumah dan mencari eksistensi diri dengan cara yang tidak tepat. Salah satunya geng motor," ujar Rita Pranawati dalam jumpa pres terkait geng motor di Polres Jakarta Barat kemarin.

"Orang tua perlu mencari anak-anaknya jika jam 9 saja anaknya belum sampai di rumah karena peristiwa geng motor banyak terjadi dini hari hingga subuh." tambahnya.

Semua pihak perlu menjaga anak-anak dan lingkungan bebas dari narkoba. Temuan Polres Jakarta Barat bahwa semua angota geng motor mengkonsumsi narkoba dan zat terlarang lainnya adalah bukti efek buruk, halusinasi, serta hilangnya akal sehat akibat mengkonsumsi narkoba dan zat terlarang lainnya.

Oleh karenanya, orang tua khususnya dan sekolah, perlu memberikan aktivitas yang positif dan fasilitasnya sehingga anak tidak mencari aktivitas yang negatif dan mengkonsumsi narkoba.

Dengan adanya keterlibatan anak yang sudah menjalani pidananya di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), namun justru menjadi "panglima" geng motor kembali, KPAI meminta Dirjen Pemasyarakatan untuk melakukan proses pembinaan yang lebih lagi bagi anak-anak di LPKA.

Selain itu, proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial paska anak keluar dari LPKA perlu ditingkatkan proses dan kualitasnya. Termasuk bagaimana memampukan orang tua untuk dapat mengasuh anak, serta masyarakat dapat menerima keberadaan anak ini, sehingga anak yang keluar dari LPKA tidak lagi terlibat dalam tindak pidana.

"Semoga tidak terjadi lagi aksi-aksi geng motor yang menghabisi nyawa orang," demikian Rita Pranawati. [rus]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya