Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

DEBAT PILPRES

Aneh, Seorang Presiden Sampaikan Data Salah

RABU, 20 FEBRUARI 2019 | 09:09 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

. Sebagian pihak menyesalkan informasi data yang salah dilakukan oleh calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi), termasuk kalangan anggota parlemen.

Menurut Ketua Komisi IV DPR, Edhy Prabowo, seharusnya Jokowi yang saat ini juga masih menjabat presiden seyogianya menyampaikan data tidak salah. Sebab, kata Edhy, Jokowi memiliki semua akses untuk data tersebut.

"Aneh rasanya, bila seorang kepala pemerintahan memaparkan data-data yang tidak sahih dan bertabrakan dengan fakta sebenarnya," ujar Edhy dalam keterangannya, Rabu (20/2).


Edhy yang juga politisi Partai Gerindra ini menyebutkan data yang keliru itu yakni salah satunya soal impor jagung. Jokowi klaim impor jagung tahun 2018 sebanyak 180 ribu ton.

"Padahal aslinya menyentuh angka 730 ribu ton," ungkap Edhy.

Bukan sekadar data impor, lanjut Edhy, Jokowi juga salah dalam memaparkan sejumlah data yang berkaitan dengan produksi pangan nasional.

Bahkan, sambung Edhy, Jokowi juga menutup fakta persoalan-persoalan yang muncul dari program reforma agraria yang selama ini menjadi kebanggaan pemerintah dan pendukungnya.

"Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) merilis, sebanyak 41 orang tewas dan 546 orang dianiaya, 51 orang tertembak dan 940 petani dan aktivis dikriminalisasi," demikian Edhy. [jto]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya