Berita

Wakil Ketum PAN Hanafi Rais/Net

Politik

Islam Jadi Plaftorm Bersama Melawan Ketidakadilan

RABU, 20 FEBRUARI 2019 | 01:02 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketika terjadi ketidakadilan dan kezaliman dari suatu rezim pemerintahan, Islam akan menjadi sebuah platform perlawanan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hanafi Rais dalam diskusi bertajuk 'Politisasi Agama Di Era Jokowi' di Seknas Prabowo-Sandi, Jakarta, Selasa (19/2).

"Alhamdulillah satu-satunya platform perlawanan yang bisa menggabungkan seluruh kelompok dan elemen adalah Islam," katanya,


Gelombang aksi massa 411 dan 212 yang melawan ketidakadilan hukum menjadi contohnya. Hal demikian sangat wajar jika ada gelombang perlawanan yang besar.

"Ada hukum yang semakin tidak adil maka lumrah kalau ada gelombang perlawanan," kata Hanafi.

Sehingga, dalam perlawanan secara politik, Islam sebagai platform mengarahkan pada sesuatu yang baik dan untuk kemaslahatan bersama.

"Kita ini berpolitik ada dalam aturan agama, kita tidak rusak tata cara demokrasi. Tapi kita gunakan demokrasi untuk memilih pemimpin terbaik untuk kebaikan bangsa Indonesia," pungkas Hanafi yang juga wakil ketua Komisi I DPR. [wah]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya