Berita

Jokowi/Net

Politik

Bara JP: Bagi-Bagi Sertifikat Jokowi Bisa Dongkrak Pendapatan 6,3 Juta Rakyat

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 | 20:59 WIB | LAPORAN:

Sebanyak 2,6 juta hektare lahan konsesi hutan telah dibagikan kepada rakyat selama era Presiden Joko Widodo. Per orang mendapat jatah 2 hektare dari pembagian itu.

“Sehingga masyarakat yang kebagian tanah adalah 1,3 juta orang,” terang Pengurus DPP Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), Viktor S Sirait dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/2).

Menurutnya, pilihan Jokowi membagi lahan konsesi hutan ini menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat yang kurang beruntung.


"Ini bukti Jokowi pro masyarakat kecil, masyarakat kurang beruntung yang terpinggirkan selama ini," jelasnya.

Dia yakin pemberian lahan juga akan membantu negara dalam memenuhi ketahanan pangan nasional. Sebab, lahan tersebut menjadi produktif untuk lahan pangan. Apalagi, Jokowi menargetkan akan membagikan 12,7 hektare lahan kepada rakyat.

"Andai lahan ini ditanami padi dengan asumsi produksi per hektare 6 ton, dua kali panen per tahun, maka jika ada lahan seluas 12,7 juta hektare akan ada peningkatan produksi beras yang cukup signifikan,” tegas Viktor.

“Jika lahan itu digunakan dengan benar, maka akan ada 6,3 juta keluarga yang kurang beruntung akan meningkat drastis pedapatannya," ucapnya,” sambungnya.

Pernyataan Viktor ini berkaitan dengan terungkapnya jumlah lahan yang dimiliki calon presiden, Prabowo Subianto dalam debat kedua Pilpres 2019.

Rival Prabowo, Jokowi mengungkap bahwa ketua umum Gerindra itu memiliki lahan seluas 220.000 hektare di Kalimantan Timur dan 120.000 hektare di Aceh Tengah.

“Jika ini dibagi ke masyarakat maka akan ada 170.000 masyarakat yang mendapatkan tanah dengan masa pakai 35 hingga 50 tahun," ujarnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya