Berita

Arsul Sani/Net

Politik

Bagi TKN, Masalah Lahan Prabowo Bukan Serangan Personal

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 | 16:44 WIB | LAPORAN:

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin membantah bahwa jagoan mereka telah menyerang personal saat debat kedua Pilpres 2019.

Wakil Ketua TKN Jokowi-Maruf, Arsul Sani membantah ada serangan personal saat debat. Dia menegaskan, Jokowi sama sekali tidak menyerang personal walaupun mengungkit tentang kepemilikan ratusan ribu hektare lahan Prabowo Subianto di Kalimantan dan Aceh.

"Kami berpendapat itu bukan menyerang personal, menyerang personal itu kalau sifatnya pribadi, misalnya kehidupan berkeluarga, tentang anaknya," tegasnya saat ditemui di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/2).


Adapun yang dilakukan Jokowi, lanjutnya, hanya membicarakan tentang aset yang dimiliki oleh seseorang. Dalam hal ini, Prabowo Subianto.

Hal itu diungkapkannya menanggapi laporan Koordinator Tim Advokasi Indonesia Bergerak, Djamaluddin Koedoeboen yang menilai Jokowi telah menuding Prabowo memiliki tanah seluas 220 ribu hektare di Kalimantan Timur dan 120 ribu hektare di Aceh Tengah.

Padahal yang dikantongi Ketua Umum Partai Gerindra itu hanyalah Hak Guna Usaha (HGU). Itupun bukan atas nama pribadi, melainkan perusahaan.

Terkait itu, Arsul mengklaim bahwa dalam debat, Jokowi sama sekali tidak menyebutkan kalau Prabowo "memiliki" lahan seluas ratusan ribu hektare. Yang disebutkan Jokowi menurut dia hanya penguasaan tanah.

"Pak Jokowi kan tidak bilang kalau Prabowo memiliki tanah. Pak Jokowi kan bilang Pak Prabowo memiliki penguasaan tanah," tegas politisi PPP itu.

Sementara dalam debat yang berlangsung di Hotel Sultan pada Minggu (17/2) lalu, Jokowi secara gamblang menyebut bahwa Prabowo memiliki lahan seluas ratusan ribu hektare.

"Saya tahu Pak Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur sebesar 220 ribu hektare, juga di Aceh Tengah 120 ribu hektare. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa pembagian-pembagian seperti ini tidak dilakukan masa pemerintahan saya," kata Jokowi kala itu. [ian]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya