Berita

Fadli Zon/Net

Politik

BPN Ingin KPU Tegas Pada Pendukung Yang Langgar Aturan Debat

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 | 15:39 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengevaluasi jalannya debat kedua Pilpres 2019. Khususnya, mengenai kehadiran pendukung pasangan calon di arena debat.

Dewan Pengarah BPN, Fadli Zon menilai KPU tidak perlu lagi melakukan pembatasan jumlah pendukung pasangan calon di ruangan debat untuk mengurangi keriuhan.

KPU, kata dia, cukup menegakkan aturan terhadap pendukung untuk mengurangi kebisingan di arena debat.


"Sebenarnya ditegakkan aturan aja bagus, pendukung sih bagus-bagus aja," ujar waketum Gerindra itu di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/2).

Ketegasan KPU dibutuhkan agar kehadiran pendukung yang membawa atribut dan bunyi-bunyian berupa balon tepuk tidak kembali terjadi. Sebab, mereka telah membuat suasana debat menjadi riuh dan bising.

Namun demikian, dia memastikan bahwa pendukung yang membawa atribut dan melanggar aturan itu bukan dari paslon 02. Sebab, pendukung Prabowo-Sandi taat pada aturan yang diberlakukan KPU.

"Saya kira yang tidak ikut aturan kan paslon 01. Kalau dari pendukung 02 kan saya ada di situ, tidak melakukan pelanggaran aturan," pungkasnya. [ian]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya