Berita

Eggi Sudjana/RMOL

Politik

Eggi Sudjana Cs Laporkan Jokowi Ke Bawaslu Karena Berbohong

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 | 12:19 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Koalisi Masyarakat Anti Hoax melaporkan calon presiden (Capres) nomor urut 01 Joko Widodo ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Dasar pelaporan Jokowi lantaran dianggap membohongi publik saat menyampaikan paparanya dalam debat kandidat Pilpres 2019 kedua di Hotel Sultan, Minggu (17/2).

Kuasa hukum Koalisi Masyarakat Anti Hoax, Eggi Sudjana menjelaskan sudah jelas Jokowi melanggar pasal 317, pasal 14 dan 15 UU No 1/1946 dan pasal 421 KUHP tentang pembohongan publik.


“Nah yang poin dilaporkanya adalah Jokowi telah memberikan keterangan palsu. Keterangan palsu yang dimaksud ada beberapa hal, pertama soal impor jagung yang menytakan 160 ribu ton. Padahal data dari BPS 700-an ribu. Jadi bedanya jauh sekali. Itu kan palsu itu,” kata Eggi di Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (19/2).

Belum lagi, tambah Eggi, Jokowi mengatakan bahwa tidak lagi ada konflik agraria di tengah masyarakat lantaran pemerintah sudah memberikan konpensasi bukan ganti rugi melainkan ganti untung.

“Padahal selama dia memimpin banyak sekali rakyat yang ricuh, bergelut dengan Polisi,” ujar Eggi.

Esensi melaporkan Jokowi ke Bawaslu, kata Eggi, yaitu rakyat disodorkan dengan pemimpin yang pembohong. Ia memberi contoh kasus Ratna Sarumpaet yang berbohong mengaku dipukuli ternyata tidak namun langsung dijebloskan ke penjara.

“Lah Jokowi sudah bohongnya berapa kali, nggak ada sedikit pun dipanggil, nggak ada. Persoalan hukum kok jadi beda?” imbuh Eggi.

Padahal dalam pasal 27 ayat 1 UUD 1945 mengatakan setiap warga negara berkesamaan kedudukannya dalam pemerintahan dan hukum tanpa kecuali.

“Nah karena dia sudah berbohong dan berbohong itu perbuatan tercela, maka pasal 7 dari UUD 45 mestinya Jokowi di impeachment karena dia melakukan perbuatan tercela, membohongi rakyat,” demikian Eggi. [jto]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya