Berita

Nani Soedarsono/Dok

Jaya Suprana

Mengenang Jasa Nani Soedarsono

MINGGU, 17 FEBRUARI 2019 | 07:15 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MENTERI Sosial Kabinet Pembangunan IV masa pemerintahan Presiden Soeharto, Nani Soedarsono meninggal dunia pada hari  Sabtu 16 Februari 2019 pukul 15.10 WIB. 

Nani Soedarsono lahir di Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah, 28 Maret 1928. Beliau merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada yang memegang berbagai jabatan penting di Indonesia, antara lain Wakil Ketua DPP Golkar, anggota Komisi III DPR, Sekjen Kowani, dan Ketua Umum Himpunan Wanita Karya.

Saya pribadi mengenal Nani Soedarsono sebagai tokoh pelopor pembinaan kebudayaan tradisional Nusantara yang mewariskan gelora semangat kebanggaan nasional.


Wayang Orang

Nani Soedarsono menerima anugerah MURI atas jasa kepeloporan pelestarian dan pengembangan wayang orang.

Di masa usia senja Nani Soedarsono tidak mengenal lelah dalam mengabdikan dirinya untuk membina pelestarian dan pengembangan wayang orang.

Di tengah suasana generasi muda memuja kebudayaan asing, Nani Soedarsono gigih menggelorakan semangat kebanggaan nasional demi menjunjung tinggi harkat dan martabat kesenian tradisional Nusantara khususnya wayang orang.

Kepedulian Nani Soedarsono terhadap kehidupan para seniman wayang orang  terungkap pada upaya meningkatkan kesejahteraan para seniman wayang orang dengan antara lain mengangkat mereka menjadi pegawai negeri.

Mission Imposibble


Adalah Nani Soedarsono yang menyemangati saya menunaikan Mission Impossible menyelenggarakan pergelaran wayang orang di panggung gedung kesenian  terkemuka planet bumi masa kini, Sydney Opera House dengan lelakon “Banjaran Gatotkaca”.

Kemudian pergelaran wayang orang dengan lelakon  “Banjaran Gatotkaca” diselenggarakan di Istana Merdeka, Jakarta di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Boediono beserta para menteri yang disusul pergelaran di panggung markas besar UNESCO di Paris.

Jasa Ibu Nani Soedarsono  abadi tergores dengan tinta emas di lembaran sejarah kebudayaan Nusantara sebagai tokoh utama pelopor pelestarian dan pengembangan wayang orang. [***]


Penulis adalah Pembelajar Upaya Pelestarian dan Pengembangan Wayang Orang Sebagai Warisan Mahakarya Kebudayaan Nusantara



Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya