Berita

Ilustrasi/Net

Global

Amazon Batal Bangun Markas Baru Di New York

JUMAT, 15 FEBRUARI 2019 | 14:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Raksasa e-commerce dunia, Amazon batal membangun markas baru di New York yang semula direncanakan. Pembatalan ini dilakukan dengan alasan karena ada penentangan keras dari politisi negara bagian dan lokal.
 
Pihak Amazon mengatakan bahwa rencananya untuk membangun markas baru membutuhkan hubungan kolaboratif yang positif dengan pejabat terpilih negara bagian dan lokal yang akan mendukung dalam jangka panjang.
 
"Sejumlah politisi negara bagian dan lokal telah memperjelas bahwa mereka menentang kehadiran kami dan tidak akan bekerja dengan kami untuk membangun jenis hubungan yang diperlukan untuk maju dengan proyek yang kami dan banyak lainnya bayangkan," begitu pernyataan yang dirilis Amazon (Kamis, 14/2).
 

 
"Kami kecewa telah mencapai kesimpulan ini," tambah pernyataan yang sama seperti dimuat BBC.
 
Pada bulan November 2018 lalu, Amazon mengumumkan rencana untuk berinvestasi sekitar 2.5 miliar dolar AS dan menambah lebih dari 25.000 pekerjaan bergaji tinggi di kampus-kampus di New York dan dekat Washington DC selama dua dekade berikutnya. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya