Berita

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto/Net

Politik

Prabowo Subianto: Jika Kesejahteraan Tercipta, Jangan Sampai Hakim Kita Disogok

KAMIS, 14 FEBRUARI 2019 | 18:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Setelah berkunjung di Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Banjarnegara, Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali melakukan aktivitasnya untuk menyapa masyarakat Jawa Tengah di Kabupaten Blora.

Di Kabupaten Blora, Prabowo disambut oleh ratusan tokoh agama, tokoh masyarakat dan para purnawirawan TNI Polri yang tergabung dalam Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR).

Di hadapan ratusan warga Blora, Capres yang berpasangan dengan Sandiaga Uno itu memaparkan strategi dan cara untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia khususnya para PNS, TNI, Polisi, jaksa dan hakim.


"Jika kesejahteraan telah tercipta maka jangan sampai hakim-hakim kita bisa disogok, tapi kalau masih ada pejabat yang menerima sogokan maka kami akan hukum kau seberat-beratnya," ungkap Prabowo di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (14/2).

Cara Prabowo menaikkan gaji hakim, jaksa, tentara dan polisi dengan menjaga kekayaan alam Indonesia yang melimpah untuk tidak bocor.

"Saya akan menjaga kekayaan bangsa Indonesia, dengan kekayaan itu kita bisa memperbaiki kehidupan bangsa Indonesia semuanya. Kita bisa perbaiki gaji-gaji pegawai negeri, gaji-gaji tentara, polisi, jaksa dan hakim," tegasnya  dalam keterangan tertulis.

Prabowo menjelaskan, bahwa saat ini sudah banyak kebocoran anggaran negara yang hilang akibat maraknya praktik korupsi di lingkungan pemerintahan. Akibatnya, pembangunan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia belum dapat terwujud secara baik.

"Jika saya menerima mandat sebagai presiden maka saya tidak akan mengizinkan koruptor koruptor itu berada dalam pemerintahan Republik Indonesia," tegasnya lagi.

Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu juga menjelaskan, dengan adanya penyelamatan sumber kekayaan negara dan dikelola dengan baik, maka kesejahteraan rakyat Indonesia dapat terwujud dengan baik.

"Namun, jika kesejahteraan dan kehidupan rakyat Indonesia serta perangkat pemerintahan telah membaik tetapi masih melakukan praktik korupsi maka dia akan memberikan saksi hukum yang tegas," pungkas mantan Danjen Kopassus itu. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya