Berita

Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Humphrey Djemat/Net

Politik

DEBAT PILPRES 2019

Ketum PPP Berharap Debat Kedua Ada Argumentasi Keberhasilan Vs Kegagalan

KAMIS, 14 FEBRUARI 2019 | 09:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Humphrey Djemat berharap debat kedua Pilpres 2019 lebih menarik karena berbeda dengan debat pertama, yaitu tidak ada lagi kisi-kisi atau bocoran bagi peserta debat.

"Artinya otentiknya jawaban sang capres di panggung terlihat jelas," ungkap ketum PPP hasil Muktamar Jakarta ini saat dihubungi redaksi, Jamis (14/2).

Debat kedua Pilpres pada 17 Februari mendatang mengangkat tema soal energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup.


Selanjutnya, diharapkan format yang dipersiapkan bisa memunculkan konsep atau gagasan besar dari peserta debat karena yang muncul hanya calon presiden sehingga waktunya cukup tersedia memunculkan argumentasi yang bernas (bermutu) dengan dukungan data dan fakta yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Selain itu ada segmen pertarungan bebas di antara kedua peserta yang bisa menciptakan suasana debat sesungguhnya. Ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik kedua belah pihak tersebut," ujar Humphrey Djemat.

Adapun yang perlu dipertajam pada debat kedua, adalah bagaimana masing-masing isu dalam tema debat bisa memunculkan perbedaan yang kontras baik dari kebijakan yang dilakukan pemerintah saat ini Presiden Joko Widodo dengan kritik yang tajam dari Prabowo Subianto, termasuk solusi ke depannya kalau Prabowo jadi presiden.

"Sehingga terlihat adanya argumentasi keberhasilan vs kegagalan yang cukup mencolok," imbuhnya.

Jelas Humphrey Djemat, semua argumentasi tajam ini baru menarik kalau berbicara tentang kasus impor pangan, kasus Freeport dan kasus infrastruktur. Artinya jangan hanya bicara normatif saja. Ini tidak menarik dan sulit dipahami.

"Bicaralah tentang kemanfaatan bagi masyarakat banyak. Bicaralah tentang kondisi riel di masyarakat saat ini. Bicaralah yang masyarakat biasa paham implementasi konkrit gagasan besar dari masing-masing capres tersebut. Kalau situasi ini tercipta dalam debat kedua maka bisa dinilai debat kedua tersebut dinilai berhasil," tutupnya. [rus]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Jusuf Kalla: Konflik Timteng Berpotensi Tekan Ekonomi Global dan Indonesia

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:19

Permohonan Restorative Justice Rismon Menggemparkan

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:07

Reset Amerika

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:01

Sinopsis One Piece Season 2 di Netflix Petualangan Baru Luffy di Grand Line

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:32

Rismon Ajukan RJ, Ahmad Khozinudin: Label Pengkhianat akan Abadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:23

BPKH Bukukan Aset Konsolidasi Rp238,99 Triliun hingga Akhir 2025

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:08

ICWA Minta RI Kaji Lagi soal Gabung Board of Peace

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:00

Rismon Siap Dicap Pengkhianat Usai Minta Maaf ke Jokowi

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:24

Indonesia Diminta Aktif Dorong Perdamaian Timteng

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:07

KPK Sita Aset Rp100 Miliar Lebih dari Skandal Kuota Haji Era Yaqut

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:04

Selengkapnya