Berita

Eddy Kusuma Wijaya/Net

Politik

PDIP: PSI Harus Banyak Belajar Tata Krama Politik

KAMIS, 14 FEBRUARI 2019 | 02:48 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

PDIP meminta partai rekan koalisinya di Pilpres 2019, PSI untuk lebih banyak belajar tata krama dalam berpolitik.

Permintaan itu disampaikan politisi PDIP Eddy Kusuma Wijaya menanggapi pernyataan Sekjen PSI Raja Juli Antoni yang berharap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bisa menularkan semangat bersih kepada kader partai pimpinan Megawati Soekarnoputri.

Eddy menjelaskan bahwa PSI banyak dihuni oleh politisi muda. Untuk itu, dia meminta agar mereka lebih banyak belajar etika dalam berpolitik.


“PSI karena banyak anak mudanya, jadi harus banyak belajar tata krama perpolitikan Indonesia. Jadi itu harus dipahami,” ujar Eddy di komplek DPR, Jakarta, Rabu (13/2).

Anggota Komisi II DPR menjelaskan bahwa visi misi partai berbeda dengan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh oknum partai. Menurutnya, setiap oknum yang melakukan korupsi harus bertanggung jawab.

“Kita tahu selama ini sudah banyak yang ditangkap baik dari pemerintahan, lembaga konstitusi, TNI, Polri, partai politik dan lainnya. Nah itu yang salah adalah oknum individunya, bukan lembaga atau konstitusinya. Ya yang salah pelaku itu sendiri,” tegasnya.

Maka dari itu, Eddy menyatakan bahwa partainya juga memiliki komitmen dalam memberantas korupsi. Dia juga menyebut bahwa tugas mulia hendaknya menjadi kewajiban seluruh warga bangsa apapun institusinya.

“Nah ini yang perlu kita perbaiki dan ini sudah menjadi tugas kita semua, tugasnya PSI, tugasnya saya sebagai onggota DPR, tugasnya partai saya untuk memperbaiki bangsa ini. Sehingga bangsa ini betul-betul menjadi harapan kita bersama,” pungkasnya. [ian]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya