Berita

Ferdinand Hutahaean/RMOL

Politik

Usai Pilpres, Eks Pendukung Ingin Antar Jokowi Pulang Ke Solo

KAMIS, 14 FEBRUARI 2019 | 00:37 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Joko Widodo dianggap gagal menjadi seorang kepala negara. Sebab, dia tidak lagi pro terhadap kedaulatan negara.

Atas alasan itu, pendukung Jokowi di Pilpres 2019, Ferdinand Hutahaean berjanji akan memulangkan mantan gubernur DKI Jakarta itu ke kampung halaman, di Solo, Jawa Tengah usai Pilpres 2019.

Ferdinand yang kini menjabat kadiv advokasi DPP Partai Demokrat semakin yakin Jokowi bisa dipulangkan ke Solo setelah melihat semangat para ibu-ibu yang menjadi relawan Prabowo-Sandi. Dia optimis Jokowi bakal kalah melawan Prabowo.


"Salut luar biasa semangat emak-emak ini. Kalau emak-emak sudah turun kelar semua, selesai sudah. Semakin semangat saya menghantarkan pulang pak Jokowi ke Solo pada April 2019 nanti," ujarnya di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/2).

Ferdinand mengakui dirinya merupakan bagian dari orang yang bertanggung jawab atas kegagalan Jokowi. Ini lantaran dia pernah menjadi relawan pendukung Jokowi di Pilpres 2014 lalu.

"Karena saya orang yang menghantarkan beliau ke istana 2014 lalu. Maka tugas saya memulangkan kembali beliau (Jokowi) ke Solo," kata Ferdinand.

"Catat Ferdinand ngomong ingin mengantarkan Pak Jokowi ke Solo pada 2019," tegasnya.

Adapun kegagalan Jokowi yang dimaksud Ferdinan antara lain karena dia menduga sejumlah aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah digadaikan oleh Jokowi.

"Kemaren saya kehadiran tamu, mereka memberikan data kepada saya tentang kecebong (kereta cepat boong-boongan) JKT-Bandung. Yang paling mengkhawatirkan bagi saya adalah adanya ’direct agreement’ antara BUMN kita dengan China Rend Corporation yang dampaknya kalo proyek ini rugi, seperti LRT Palembang. Maka aset BUMN kita bisa diambil oleh China Rend Corppration tadi," bebernya.

"Ini saya menyatakan perang! Bahwa tidak boleh aset bangsa ini digadaikan dengan semena-mena seperti ini," sambung jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya