Berita

Politik

Ahok Ganti Maruf Hanya Opini Menyesatkan

RABU, 13 FEBRUARI 2019 | 22:05 WIB | LAPORAN:

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf menilai spekulasi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang bakal menggantikan posisi KH Maruf Amin sebagai wakil presiden nanti hanya penggiringan opini negatif yang menyesatkan.

"Spekulasi soal Ahok gantikan Abah Kiai Maruf terlalu mengada-ngada dan terlalu kentara itu imajinasi untuk menggiring opini negatif," kata
Juru bicara TKN Jokowi-Maruf Ace Hasan Syadzily menanggapi opini yang berkembang tentang pergantian Kiai Maruf oleh Ahok.

Menurut dia, opini dengan prediksi bahwa Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) non aktif itu akan berhalangan tetap karena udzur merupakan pikiran yang negatif dan mendahului kehendak Tuhan.

Menurut dia, opini dengan prediksi bahwa Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) non aktif itu akan berhalangan tetap karena udzur merupakan pikiran yang negatif dan mendahului kehendak Tuhan.

"Jikapun tidak mendukung kepada pasangan Pak Jokowi-Abah Kiai Maruf, sudah seharusnya kalangan Kiai dan santri mendoakan agar Abah Kiai Maruf didoakan hal-hal yang positif. Bukankah kita diperintahkan Allah untuk selalu berpikiran yang husnudzon?" kata Ace Hasan.

Menurut Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar itu, tidak sedikit pun terlintas dalam pikiran Jokowi untuk mempersiapkan sosok yang akan menggantikan Kiai Maruf.

"(Sekali lagi), itu spekulasi yang didasarkan atas pikiran yang negatif, mengada-ada dan bermaksud penggiringan opini yang sesat menyesatkan. Tuduhan-tuduhan yang tidak mendasar seperti ini yang membuat kualitas Pilpres kita dipenuhi hoax dan kebencian. Kami sangat menyesalkan jika analisa dangkal seperti ini berkembang dalam pikiran orang-orang seperti itu," pungkasnya. [hta]






Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya