Berita

Jaya Suprana/Dok

Jaya Suprana

Menanggulangi Wabah Kebencian Jenis Baru

RABU, 13 FEBRUARI 2019 | 09:25 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SEMUA agama mengajarkan kasih sayang. Namun tetap saja ada manusia yang membenci sesama manusia.

Lazimnya manusia membenci sesama manusia dengan alasan tidak suka terhadap sikap dan perilaku sesama manusia yang dibenci.   

Demokrasi
                                

                                
Syukur Alhamdullilah, Orde Baru digantikan oleh Orde Reformasi menghadirkan demokrasi di persada Nusantara tercinta ini.

Saya pribadi mengharapkan demokrasi yang dihadirkan oleh Orde Reformasi akan melenyapkan atau minimal mengurangi kadar kebencian di Tanah Air Udara nan indah permai ini.

Sayang setriliun sayang, harapan saya pribadi ternyata hampa belaka akibat yang harapan saya harapkan tidak berhasil menjadi kenyataan.

Alih-alih melenyapkan atau minimal mengurangi kebencian, demokrasi yang dengan susah payah dihadirkan Oref di bumi Indonesia tercinta ini malah menghadirkan kebencian jenis baru yang sebelumnya belum ada.

Kebencian Jenis Baru


Kebencian jenis baru di masa Oref yang belum ada di masa Orba adalah kebencian yang mendadak mewabah pada masa pemilihan presiden.

Sesama warga Indonesia mendadak membenci sesama warga Indonesia yang kebetulan tidak memilih capres-cawapres yang sama dengan pilihan capres-cawapres idaman dirinya sendiri.

Akibat suasana psikososiopolitik terkotak-kotak menjadi front saling bermusuhan pada masa kampanye menjelang Pilpres, wabah angkara murka kebencian jenis baru menjangkiti para warga Indonesia sehingga membenci sesama warga Indonesia yang memuja capres-cawapres beda dengan pujaan diri masing-masing sambil menggerogoti sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Permohonan

Kebencian memicu perilaku saling curiga, saling hujat, saling fitnah memuncak pada perilaku saling lapor ke polisi dengan dugaan ujaran kebencian.

Angkara murka vendetta alias saling balas dendam tanpa henti dalam bentuk saling lapor ke polisi mendominir adegan kecamuk Bharatayudha di panggung politik kekuasaan Nusantara masa kini.

Kemelut kebencian makin memprihatinkan akibat kaidah yang seharusnya disepakati demi jelas membedakan kebencian dari bukan kebencian sangat kabur bak kabut di tengah malam gelap gulita.

Maka melalui naskah sederhana yang sedang Anda baca ini, dengan penuh kerendahan hati saya memberanikan diri memohon perkenan segenap sesama rakyat Indonesia yang cinta Indonesia bersatupadu menunaikan Jihad Al Nafs menaklukkan diri sendiri masing-masing demi menanggulangi wabah kebencian jenis baru agar jangan sampai seolah malah membenarkan makna sindiran yang terkandung pada poster Pak Harto melambaikan tangan sambil tersenyum dengan teks “Piye kabare? Enak zamanku toh?” [***]


Penulis adalah Rakyat Indonesia yang Cinta Indonesia
 

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Dubes Najib: Dunia Masuki Era Realisme, Indonesia Harus Bersatu

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:10

Purbaya Jamin Tak Intervensi Data BPS

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:06

Polisi Bantah Dugaan Rekayasa BAP di Polsek Cilandak

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:58

Omongan dan Tindakan Jokowi Sering Tak Konsisten

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:43

Izin Operasional SMA Siger Lampung Ditolak, Siswa Diminta Pindah Sekolah

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:23

Emas Antam Naik Lagi, Nyaris Rp3 Jutaan per Gram

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:14

Prabowo Janji Keluar dari Board of Peace Jika Terjadi Hal Ini

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:50

MUI Melunak terkait Board of Peace

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:44

Gibran hingga Rano Karno Raih Anugerah Indoposco

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:30

Demokrasi di Tengah Perang Dingin Elite

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:15

Selengkapnya