Legiun asing Persija Jakarta Marko Simic dikabarkan tengah berurusan dengan polisi Australia. Pasalnya, Simic diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita.
Kabar dugaan itu dibenarkan oleh Manajemen klub berjuluk Macan Kemayoran.
"Benar memang ada tuduhan terjadi tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Simic, namun demikian kami dan seluruh penumpang di dalam pesawat tidak ada yang menyaksikan kejadian tersebut. Sehingga hal tersebut sekali lagi masih sekedar tuduhan," ungkap Manajer Tim Persija Jakarta, Marsma TNI Ardhi Tjahjoko kepada wartawan, Selasa (12/2).
Ardhi menegaskan pihaknya saat ini menunggu perkembangan dari hasil penyelidikan yang tengah dilakukan oleh pihak yang berwajib.
“Dan kami sangat menghormati hal tersebut,†tegas Ardhi.
Sebelumnya, Marko Simic diperiksa oleh Polisi Federal Australia di bandara pada hari Minggu (10/2) dan didakwa melakukan tindakan tidak senonoh tanpa persetujuan, dan serangan seksual.
Pengadilan Australia, seperti dimuat media Australia
9News memerintahkan Simic untuk menyerahkan paspornya serta tetap berada di Australia sampai pengadilan berikutnya pada 9 April.
Bila terbukti bersalah, dia bisa dijatuhi hukuman penjara.
[hta]
Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans
Senin, 12 Januari 2026 | 04:13
Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi
Senin, 12 Januari 2026 | 04:08
Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak
Senin, 12 Januari 2026 | 03:38
Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah
Senin, 12 Januari 2026 | 03:08
Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama
Senin, 12 Januari 2026 | 03:04
Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi
Senin, 12 Januari 2026 | 02:35
Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser
Senin, 12 Januari 2026 | 02:15
PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol
Senin, 12 Januari 2026 | 02:13
RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Senin, 12 Januari 2026 | 01:37
Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia
Senin, 12 Januari 2026 | 01:16
Selengkapnya