Legiun asing Persija Jakarta Marko Simic dikabarkan tengah berurusan dengan polisi Australia. Pasalnya, Simic diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita.
Kabar dugaan itu dibenarkan oleh Manajemen klub berjuluk Macan Kemayoran.
"Benar memang ada tuduhan terjadi tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Simic, namun demikian kami dan seluruh penumpang di dalam pesawat tidak ada yang menyaksikan kejadian tersebut. Sehingga hal tersebut sekali lagi masih sekedar tuduhan," ungkap Manajer Tim Persija Jakarta, Marsma TNI Ardhi Tjahjoko kepada wartawan, Selasa (12/2).
Ardhi menegaskan pihaknya saat ini menunggu perkembangan dari hasil penyelidikan yang tengah dilakukan oleh pihak yang berwajib.
“Dan kami sangat menghormati hal tersebut,†tegas Ardhi.
Sebelumnya, Marko Simic diperiksa oleh Polisi Federal Australia di bandara pada hari Minggu (10/2) dan didakwa melakukan tindakan tidak senonoh tanpa persetujuan, dan serangan seksual.
Pengadilan Australia, seperti dimuat media Australia
9News memerintahkan Simic untuk menyerahkan paspornya serta tetap berada di Australia sampai pengadilan berikutnya pada 9 April.
Bila terbukti bersalah, dia bisa dijatuhi hukuman penjara.
[hta]
Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live
Minggu, 05 April 2026 | 21:48
Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri
Minggu, 05 April 2026 | 21:29
Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk
Minggu, 05 April 2026 | 20:57
Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas
Minggu, 05 April 2026 | 20:47
LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban
Minggu, 05 April 2026 | 20:31
JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi
Minggu, 05 April 2026 | 19:58
Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?
Minggu, 05 April 2026 | 19:56
BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung
Minggu, 05 April 2026 | 19:15
Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus
Minggu, 05 April 2026 | 18:51
Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan
Minggu, 05 April 2026 | 18:33
Selengkapnya