Berita

Jaya Suprana/Dok

Jaya Suprana

Ojo Dumeh Dan Jihad Al Nafs

SELASA, 12 FEBRUARI 2019 | 06:59 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

ACARA gelar wicara berjudul Jaya Suprana Show sudah mewawancara para narasumber mulai dari presiden sampai ketua RT, pengusaha terkaya sampai pemulung termiskin, penguasa paling berkuasa sampai rakyat paling tidak berkuasa.

Ada yang mengritik Jaya Suprana Show sebagai acara gelar wicara tidak menarik sebab tidak menggigit akibat tumpul, bahkan hampa kritik karena saya sebagai pewawancara alih-alih mengritik malah hanya memberi kesempatan kepada narasumber yang diwawancara untuk berkisah panjang lebar tentang perjuangan hidup serta pemikiran diri sendiri masing-masing.  
 
Ojo Dumeh

  

  
Kritik bahwa Jaya Suprana Show tidak menarik sebab tidak mengritik adalah benar dan tepat mengenai titik sasaran yang tepat dan benar.

Orang Amerika Serikat serentak berseru “Bingo!”. Apabila syarat menggigit digunakan untuk menilai acara gelar wicara maka adalah tepat dan benar bahwa Jaya Suprana Show sangat amat tidak menarik bahkan membosankan sebab saya memang tidak pandai mengritik apalagi menggigit orang lain.

Apalagi setelah saya pakai gigi palsu, makin sulit saya menggigit.

Saya memang tidak pandai mengritik akibat orang tua saya mendidik saya untuk selalu berupaya menghayati makna luhur yang terkandung di dalam falsafah Jawa “Ojo Dumeh”  yaitu Jangan Terkebur. 

Alhasil saya menjadi seorang penakut bersikap terkebur. Akibat takut terkebur maka saya gamang dalam merasa yakin bahwa diri saya pasti lebih benar ketimbang orang lain.

Saya menjadi ragu akhirnya batal apabila ingin mengritik orang lain. Meski akibat saya manusia tidak sempurna, kerap kali pula saya gagal berojo dumeh maka tetap saja mengritik orang lain pula.

Jihad Al Nafs


Didikan ayah dan ibu saya tentang “Ojo Dumeh” masih ditambah arahan Gus Dur dan Cak Nur agar saya senantiasa berikhtiar menghayati makna luhur yang terkandung di dalam hadits Jihad Al Nafs yaitu Perjuangan Menaklukkan Diri Sendiri sehingga saya menjadi makin lebih piawai dalam mengritik diri saya sendiri ketimbang mengritik orang lain.

Falsafah Ojo Dumeh menyadarkan saya untuk senantiasa berupaya sadar bahwa diri saya sendiri hanya seorang insan manusia yang tidak sempurna maka sebaiknya jangan sibuk mencari ketidaksempurnaan pada diri orang lain.

Sementara hadist Jihad Al Nafs menyadarkan saya bahwa perjuangan yang lebih akbar makna sebenarnya bukan menaklukkan diri orang lain namun menaklukkan diri sendiri.

Kendala Utama


Mohon dimaafkan bahwa  makna luhur yang terkandung pada falsafah Ojo Dumeh serta hadits Jihad Al Nafs menjadi dua kendala utama yang menghalangi hasrat saya mengritik orang lain.

Setiap kali saya ingin mengritik orang lain langsung falsafah Ojo Dumeh dan hadits Jihad Al Nafs langsung muncul di lubuk sanubari dan nurani saya demi mengendala saya melakukan kritik.

Dapat dimahfumi bahwa dengan sendirinya wawancara di dalam Jaya Suprana Show serta merta selalu bersifat tidak menggigit sehingga menjadi sangat tidak menarik bagi para penggemar acara gelar wicara yang ganas menggigit para narasumber yang diwawancara.

Maklum saya manusia tidak sempurna maka mustahil saya mampu secara sempurna memuaskan segenap pemirsa gelar wicara Jaya Suprana Show yang memang tidak menarik akibat tidak menggigit sebab tidak mengritik para narasumber akibat saya sudah disadarkan almarhum Gus Dur, Cak Nur dan ayah-ibu saya bahwa diri saya sendiri sebenarnya sudah cukup sarat beban ketidaksempurnaan.[***]


Penulis adalah Pembelajar Makna Kehidupan 


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Dubes Najib: Dunia Masuki Era Realisme, Indonesia Harus Bersatu

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:10

Purbaya Jamin Tak Intervensi Data BPS

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:06

Polisi Bantah Dugaan Rekayasa BAP di Polsek Cilandak

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:58

Omongan dan Tindakan Jokowi Sering Tak Konsisten

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:43

Izin Operasional SMA Siger Lampung Ditolak, Siswa Diminta Pindah Sekolah

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:23

Emas Antam Naik Lagi, Nyaris Rp3 Jutaan per Gram

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:14

Prabowo Janji Keluar dari Board of Peace Jika Terjadi Hal Ini

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:50

MUI Melunak terkait Board of Peace

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:44

Gibran hingga Rano Karno Raih Anugerah Indoposco

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:30

Demokrasi di Tengah Perang Dingin Elite

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:15

Selengkapnya