Berita

Megawati/Dok. PDIP

Politik

Megawati: Penyebar Hoax Angkat Kaki Dari PDIP!

SENIN, 11 FEBRUARI 2019 | 01:14 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pesta demokrasi yang akan digelar beberapa bulan lagi harusnya disambut dengan suka cita oleh warga Indonesia dan bukan ketakutan.
 
"Pemilu ini kenapa jadi seperti ini, padahal dari sejak Pemilu pertama tahun 1955, keadaaanya aman dan damai, rakyatnya tertawa dan senang hati datang ke TPS. Kenapa sekarang orang ditakut takuti, jangan pilih Jokowi, memangnya kenapa ya pak Jokowi, katanya demokrasi, demokrasi apa?" kata Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat memberikan amanat kepada sekitar 5.000 kader dan simpatisan PDI Perjuangan dalam acara Jambore Kader Komunitas Juang se-Jawa Tengah di Gor Satria Purwokerto, Banyumas, Minggu (10/2), sebagaimana keterangan yang diterima redaksi.
 
Dia mengatakan, penyebaran hoax menjadi salah satu penyebab terjadinya keadaan seperti itu.
 

 
"Aneh sekali sekarang ini. Kenapa hanya mencari seorang Presiden rakyat ini ditebarkan kebencian hoax segala, hanya untuk memenangkan yang menyebarkan hoax," jelas Megawati.
 
"Pertanyaan sebaliknya saya, kalau kalian dibegitukan seperti apa ya rasanya, tidak ada sopan santun lagi, tidak ada saling bergotong royongan. Padahal Pancasila sama dengan gotong royong, dan Pancasila bukan dibuat oleh Bung Karno, tapi di gali dari kultur Indonesia," sambungnya.
 
Dalam kesempatan yang sama, dia meminta agar para penyebar hoax dan kebencian segera sadar dan bertanggungjawab dengan apa yang telah dilakukan selama ini.
 
"Hai anak muda yang menyebar kebencian, kalau benar kamu bertanggungjawab dan kesatria datang kesini, ngomong nanti ibu jawab. Jangan main medsos menyembunyikan diri diri kamu, yang hanya keluar adalah kebencian, yang belum tentu kamu pun mengalami kebencian seperti itu, dapat juga kamu merasakan betapa sakitnya," jelasnya.
 
Bahkan dia mengancam kadernya jika di partainya terdapat penyebar hoax agar segera angkat kaki dan keluar dari PDI Perjuangan. Dia menegaskan bahwa partainga tidak membutuhkan kader yang meyebarkan kebencian yang dapat memecah belah bangsa Indonesia.
 
"Sekarang (banyak) anak muda pintar bermain siber, banyak yang pintar tapi punya sopan santun dan etika. Disini jangan ada yang seperti itu. Kalau disini ada, segera keluar, tidak ada (penyebar hoax) di PDI Perjuangan," tegasnya. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya