Berita

Fuad M. Syafruddin alias Udin/Dok

Nusantara

Aktivis AJI Kampanye HPN, Hari Prabangsa Nasional

JUMAT, 08 FEBRUARI 2019 | 10:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Aktivis Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengkampanyekan HPN, bukan Hari Pers Nasional, tapi Hari Prabangsa Nasional.

HPN ala aktivis AJI ini diselenggarakan untuk mengenang kasus-kasus kekerasan pada wartawan yang terjadi sejak lama, sejak era Orde Baru.

Prabangsa adalah AA Narendra Prabangsa, wartawan Radar Bali yang tewas dibunuh pada 2009 lalu. Otak pembunuhan keji itu, Nyoman Susrama, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.


Namun setelah 10 tahun berlalu, Presiden Joko Widodo baru-baru ini memberikan remisi yang mengurangi hukuman Susrama menjadi 20 tahun penjara.

Hukuman berat yang dijatuhkan untuk Susrama menjadi legacy penting yang menandai komitmen negara dalam melindungi pers. Sebaliknya, remisi yang diberikan pemerintahan Jokowi justru menciderai legacy itu.

Aktivis AJI, Iman D. Nugroho, misalnya, di laman Facebook miliknya selama beberapa hari belakangan ini mengunggah poster-poster untuk mengenang wartawan Indonesia yang tewas dalam menjalankan tugas, yang kasusnya hingga sekarang tidak menemui titik terang.

Di antaranya kasus pembunuhan Fuad M. Syafruddin alias Udin di tahun 1996. Lalu kasus Naimullah (1997), Agus Mulyawan (1999), juga kasus wartawan Aceh, Jamaluddin, yang hilang tahun 2003 hingga kini.

Hari Pers Nasional

Bagi masyarakat pers nasional, tanggal 9 Februari setiap tahun adalah hari istimewa. Pada tanggal itu di Solo tahun 1946 untuk pertama kalinya masyarakat pers nasional menggelar pertemuan akbar yang dihadiri wartawan dari berbagai kota di Indonesia.

Pertemuan tersebut memastikan posisi masyarakat pers nasional sebagai elemen pendukung kemerdekaan nasional yang baru diproklamirkan kurang dari setahun sebelumnya. Dalam pertemuan itu pula masyarakat pers nasional mendeklarasikan berdirinya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Untuk waktu yang cukup panjang AJI memiliki cara pandang sendiri terkait perayaan HPN di tanggal 9 Februari. Organisasi profesi yang berdiri pada 1994 ini menilai HPN 9 Februari adalah peninggalan Orde Baru.

Sementara elemen pers nasional lainnya merujuk HPN 9 Februari pada pertemuan pertama masyarakat pers nasional di Solo tahun 1946 yang memantapkan posisi pers nasional sebagai pendukung kemerdekaan nasional itu. [dem]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya