Berita

Foto/Net

Bisnis

BPK Harus Audit Anggaran Kemendag

JUMAT, 08 FEBRUARI 2019 | 09:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diminta untuk segera melakukan audit terhadap Kementerian Perdagangan (Kemendag). Desakan muncul seiring banyaknya agenda perjanjian dagang dengan sejumlah negara mitra namun tidak mengdongkrak neraca perdagangan.

"Segala bentuk perjanjian dan macam-macamnya pasti memerlukan biayai besar dari APBN? Hasilnya mana? Kok neraca perdagangan kita defisit terus? Mana hasil Trade Expo Indonesia 2016 dan 2017 yang menggerus anggaran negara besar?" kata Koordinator Indag Watch, Muslim Arbi melalui pesan elektronik kepada redaksi, Jumat (8/2).

Dia mengatakan perjanjian dengan sejumlah negara yang dilakukan Kemendag tentu membutuhkan anggaran besar. Namun, perjanjian-perjanjian dagang dengan mitra negara-negara luar tidak bisa mengdongkrak neraca perdagangan sehingga tidak terjadi defisit.


"BPK perlu melakukan audit karena antara anggaran yang keluar dan hasil yang dicapai tidak jelas," katanya.

Dia menambahkan penunjukkan Enggartiasto Lukito sebagai menteri perdagangan tetap tidak sanggup membalikkan defisit neraca perdagangan. Enggartiasto Lukito yang merupakan pengusaha real estate yang juga pentolan Partai Nasdem adalah orang ketiga yang ditunjuk Jokowi sebagai Mendag, setelah sebelumnya menunjuk Thomas Lembong dan Rahmat Gobel.

Tetapi kata Muslim Arbi, pergantian menteri perdagangan tidak membuat neraca perdagangan Indonesia bagus. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2018 mengalami defisit sebesar 8,57 miliar dolar AS. Defisit terbesar diantaranya 2,05 miliar dolar AS terjadi pada November 2018.

"Jokowi gagal menaikkan perdagangan luar negeri dan gagal memilih menteri yang urus perdagangan," tukasnya.[dem]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya