Berita

Sirisena dan Duterte/Net

Global

Terinspirasi Duterte, Presiden Sri Lanka Segera Terapkan Hukuman Mati

KAMIS, 07 FEBRUARI 2019 | 19:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena mengatakan akan membawa kembali hukuman mati ke Sri Lanka dengan mengakhiri moratorium yang sudah berlangsung selama beberapa dekade terakhir.

Dia mengatakan akan pada hukuman mati akan berakhir dalam beberapa bulan dengan menggantung tahanan narkoba.

Langkah itu diambil karena dia terinspirasi tindakan keras yang diambil Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam hal penanganan kasus narkoba.


"Saya berharap bisa melakukan hukuman gantung pertama dalam satu atau dua bulan," kata Sirisena, seperti dimuat Al Jazeera.

"Saya mengimbau kepada organisasi-organisasi hak asasi manusia untuk tidak mencoba menekan kami atas keputusan ini," tambahnya.

Penjahat di Sri Lanka secara teratur dijatuhi hukuman mati karena pembunuhan, pemerkosaan dan kejahatan terkait narkoba tetapi, sampai sekarang, hukuman mereka telah diringankan menjadi hukuman penjara seumur hidup.

Sirisena yang mengunjungi Filipina Januari lalu mengatakan dia ingin meniru tindakan keras Duterte dalam menangani narkoba. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya