Berita

Foto: Net

Politik

Di HUT Ke-20 FSPMI, Rizal Ramli: Cara Penyelesaian BPJS Cuma Tensoplast

KAMIS, 07 FEBRUARI 2019 | 13:11 WIB | LAPORAN:

Mantan Manteri Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal Ramli mengingatkan kembali perjuangan bersama buruh untuk meloloskan UU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada beberapa tahun lalu.

Pada waktu itu pemerintah Indonesia dinilainya ragu-ragu dalam memfasilitasi jaminan kesehatan bagi rakyat.

"2012 kita sama-sama memperjuangankan UU BPJS, ratusan ribu kawan-kawan buruh ke Istana DPR, ingat nggak?" tanya Rizal dalam sambutannya pada puncak acara HUT ke-20 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI)-KSPI  di Aula Sports Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Rabu kemarin (6/2).


"Ingat," sorak para buruh yang hadir.

Rizal membandingkan negara-negara lain yang lebih dahulu menerapkan UU sejenis BPJS, seperti di Semenanjung Skandinavia dengan Sosial Security System tahun 1860. Negara-negara bagian di Eropa ini jauh lebih miskin dari Indonesia.

Atau yang direalisasikan Amerika tahun 1930 di saat kondisi negaranya sedang kesusahan.

Menurut Rizal, bila tidak didesak organisasi buruh maka UU BPJS belum tentu dapat terwujud. Namun Rizal menyayangkan BPJS Kesehatan sampai hari ini justru dikelola dengan amatiran.

"Ada banyak masalah BPJS dokter tidak dibayar, dan lain sebagainya tapi cara penyelesaiannya cuma tensoplast (diplester), ada masalah di sini pasang tensoplast," ucapnya.

Padahal, lanjut Rizal, BPJS Kesehatan itulah pelaksanaan dari UUD 1945.

"Saudara-saudara nanti 2019 kita akan perbaiki BPJS sehingga buruh, rakyat biasa bisa mendapat fasilitas kesehatan," pungkas ekonom kawakan ini.[wid]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya