Berita

Kunjungan Menhan RI ke Rusia/Repro

Global

Kunjungi Moskow, Menhan Ryamizard Apresiasi Kerjasama Positif Pertahanan RI-Rusia

KAMIS, 07 FEBRUARI 2019 | 07:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Indonesia dan Rusia memiliki kerjasama pertahanan bilateral yang positif. Hal itu diapresiasi oleh Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu dan Menteri Pertahanan Federasi Rusia Sergei Shoigu saat kunjungan kenegaraan di Moskow (Rabu, 6/2).

Bertempat di Gedung Kementerian Pertahanan Rusia, Moskow Menhan Ryamizard menekankan bahwa Rusia selama ini menjadi negara partner  diplomatik dalam berbagai bidang, baik dalam pengadaan alutsista, peningkatan kapasitas dan juga kapabilitas personel militer Indonesia.

Selaras dengan konsep diplomasi pertahanan yang diusung oleh Kementerian Pertahanan RI, Ryamizard yakin bahwa Indonesia-Rusia memiliki pengaruh dan kapabilitas yang besar dalam mengambil peran guna menjaga stabilitas keamanan kawasan. Hal tersebut pada tahap selanjutnya berdampak pada perdamaian dan ketertiban dunia.


Dia menekankan bahwa hal mendasar lainnya dari komponen diplomasi pertahanan Indonesia adalah terkait bahwa selama ini Indonesia tetap mengedepankan Konsep strategi pertahanan dengan tanpa memiliki musuh dengan negara manapun.

Untuk itulah, kunjungan kenegaraan yang dilakukan oleh Ryamizard ke Rusia pada kesempatan ini menunjukan komitmen Indonesia dengan membangun persahabatan dan keterhubungan dengan semua negara. Termasuk di dalamnya Rusia yang merupakan salah satu dari empatporos diplomasi pertahanan Indonesia selain Amerika Serikat, China dan ASEAN.

Dalam kesempatan yang sama, seperti keterangan Kementerian Pertahanan yang diterima redaksi, Ryamizard menegaskan kepada Menhan Rusia Sergei Shoigu, bahwa pada perkembangnya untuk saat ini musuh utama Indonesia berupa ancaman nyata yaitu teroris dan bencana alam. Namun saat ini yang utama adalah teroris.

Untuk itulah sebagai landasan peningkatakan kemitraan strategi kedua negara, Menhan mengupayakan adanya bentuk peningkatan kerjasama dengan pihak Indonesia-Rusia, di berbagai bidang baik yang telah berlangsung hingga saat ini maupun yang selanjutnya akan dilaksanakan, seperti kunjungan timbal balik pejabat kedua negara dan peningkatan dialog keamanan tahunan antar kedua negara. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya