Berita

Acara Gerakan Kebangkitan Indonesia (GKI)/RMOL

Politik

Seruan Kembali Ke UUD 1945 Yang Asli Menggema Dari Gedung Rakyat

RABU, 06 FEBRUARI 2019 | 13:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Seruan untuk kembali ke UUD 1945 yang orisinil menggema di Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Seruan tersebut digaungkan oleh sejumlah tokoh nasional, purnawirawan TNI-Polti, aktivis, hingga para veteran.

Adalah Gerakan Kebangkitan Indonesia (GKI) yang menyampaikan aspirasi kepada MPR untuk kembali ke UUD 1945 yang asli karena banyak mengalami perubahan dan telah jauh dari arah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Mantan Ketua KPK Irjen (Purn) Taufiequrachman Ruki mengatakan, bahwa UUD hari ini telah jauh dari isi UUD 1945.


"UUD sekarang itu bukan UUD 1945 tapi UUD 2002 (hasil amandemen). Kembalikan UUD 1945 untuk mewujudkan kembali keindonesiaan kita," kata Ruki di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/2).

Ditempat yang sama, aktivis kawakan Hariman Siregar menambahkan bahwa perlunya kembali kepada UUD 1945 yang asli. Sebab, sistem pemerintahan hari ini telah mengalami perubahan yang cukup besar dan semangat kolektivitas keindonesiaan hilang.

"Saya mendukung kembali ke UUD 1945 yang asli. Karena telah terjadi perubahan yang sangat besar, kolektivitas hilang, sistem presidensial yang kuat juga hilang," tutur Hariman.  

"Kita harus mempunyai leadership yang kuat. Sistem yang sekarang ini sudah dibajak oleh uang, dan rusak," imbuhnya.

Ditambahkan mantan KSAD Jenderal (Purn) Agustadi Sasongko Purnomo, menurutnya UUD 1945 yang telah diamandemen tahun 2002 telah banyak merubah pasal-pasal yang jauh dari cita-cita proklamasi kemerdekaan.

"Kesalahannya adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang imperialistis, liberal, kapitalis, dan asas kekeluargaan dan gotong royong dihilangkan," tutur Agustadi.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan para purnawirawan TNI/Polri, sejumlah anggota MPR, dan kalangan mahasiswa. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya