Berita

Zhuangzi/Net

Jaya Suprana

Menghayati Zhuangzi

SENIN, 04 FEBRUARI 2019 | 14:58 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DI dalam arus aliran pemikiran Taoisme, tokoh bernama Zhuangzi alias Chuang Tzu lebih diyakini benar-benar pernah hidup sebagai manusia ketimbang Laozi alias Lao Tse.

Menurut catatan para sejarawan, Zhuangzi dilahirkan pada tahun 369 sebelum Masehi dan wafat pada tahun 286 sebelum Masehi pada masa Zaman Kerajaan Berperang di Tiongkok.

Kesederhanaan


Warisan mahapemikiran Zhuangzi utama tertuang pada Nanhua Zhengjing  yang terbagi menjadi tiga bagian utama yaitu Bagian Asli, Bagian Luar serta Bagian Umum terdiri dari 33 judul.

Bagian Asli adalah tulisan Zhuangzi sendiri, Bagian Luar ditulis oleh para pengikut yang mencatat kisah hidup serta ucapan Zhuangzi. Sementara Bagian Umum memuat pandangan-pandangan para pewaris mahapemikiran Zhuangzi. 
Secara professional Zhuangzi hidup sederhana dengan mencari nafkah sebagai tukang sandal jerami.

Kesederhanaan Zhuangzi tersirat pada kisah ketika dijemput untuk berjumpa dengan Raja Wei, Zhuangzi berpakaian lusuh.

Raja Wei bertanya kenapa Zhuangzi berpakaian compang-camping. Zhuangzi menjawab “Saya tidak berlaku compang-camping tetapi saya miskin, inilah rezeki yang dipunyai”.

Mengagumi kebijakan Zhuangzi, Raja Chu menawarkan beribu-ribu tahil emas sebagai upah sebagai menteri kerajaan, tetapi ditolak Zhuangzi yang lebih menginginkan kehidupan yang bebas demi menghindari kerisauan. 

Kebebasan

Zhuangzi memang tidak mengutamakan bahkan menghindari kekayaan dan kemasyhuran demi memiliki ketenteraman dan kesejahteraan.

Pandangannya terhadap Tao mengandung tiga keutamaan yaitu:

Kebiasaan -segenap wujud yang hadir di sekeliling kita dengan atau tanpa kesadaran.

Keabadian -segala-gala berada dalam berubahan yang wujud permanennya.

Kemuskilan -apa yang terjadi tanpa bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Zuangzi tidak mendukung cadangan pengamalan amalan-amalan yang diaturkan. Bahkan, cara bertutur, cara duduk, cara berjalan, cara berpakaian dan lain-lain tidak patut dipertetapkan.

Menurut Zhuangzi, segenap perilaku selayaknya dilakukan dengan kebebasan, dengan hati terbuka tanpa terikat pada peraturan yang telah ditetapkan.

Namun makna kebebasan tanpa terikat pada peraturan juga bisa diperdebatkan sampai akhir zaman akibat kebebasan tanpa terikat pada peraturan yang telah ditetapkan pada hakikatnya an sich  juga merupakan suatu bentuk peraturan yang telah ditetapkan.[***]


Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan



Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya