Berita

Politik

Sahabat Polisi Ajak Masyarakat Sukseskan Pemilu Dan Cegah Hoax

JUMAT, 01 FEBRUARI 2019 | 19:04 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Disayangkan informasi bohong alias hoax masih menyelimuti Pemilu serentak 2019. Hoax merusak rasa persatuan dan kesatuan masyarakat.

Hoax dibangun oleh orang atau kelompok yang ingin merusak rasa persatuan Indonesia, merusak suasana kerukunan umat beragama dan merusak tatanan persaudaraan sesama anak bangsa.

Puteri Indonesia 2016 sekaligus Ketua Srikandi Sahabat Polisi, Intan Aletrino mengaku peran masyarakat sangat dibutuhkan tidak hanya bergantung dengan kepolisian, tapi kesadaran bersama untuk ikut berkontribusi mendukung dalam pemberantasan hoax demi Pemilu yang aman dan damai.


Ditambah lagi, Indonesia memiliki budaya gotong royong budaya dapat menerima perbedaan bahkan bangsa Indonesia mampu melihat perbedaan sebagai hikmah.

Tapi saat ini karena ada perbedaan pilihan dan ditambah lagi hoax yang meracuni pikiran mengakibatkan rusaknya sebuah tatanan bangsa. Oleh karena itu, Sahabat Polisi menyerukan stop hoax dan kembali kepada kerukunan umat beragama.

"Mungkin di Pemilu kita punya pilihan yang berbeda-beda jangan sampai pilihan yang berbeda ini membuat keadaan semakin kacau. Harusnya perbedaan pilihan politik menjadi pemersatu kita semua," kata Intan saat deklarasi Sahabat Polisi dengan tema Sukseskan Pemilu 2019 Damai Tanpa Hoax dan Ujaran Kebencian di Jalan Baladewa, Kampung Bambu Kuning, Jakarta (Jumat, 1/2).

"Jangan gara-gara beda pilihan politik kita saling bermusuhan, justru inilah tantangan demokrasi kita. Sekali lagi saya menekankan daripada menyebarkan isu hoax, SARA lebih baik mendukung upaya kerja keras KPU dan kepolisian untuk bisa melaksanakan Pemilu yang damai," beber Intan lagi.

Di tempat yang sama, Sekjen Sahabat Polisi, Ade Mulyana mengaku bahwa tingkat penyebaran hoax dan ujaran kebencian di Indonesia ini sudah sangat memprihatinkan. Karena hoax dan ujaran kebencian ini berdampak besar pada rusaknya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Maka itu di tahun politik ini, Sahabat Polisi berkeinginan memberikan kecerdasan berdemokrasi kepada masyarakat agar tidak terpengaruh pada isu-isu hoax, ujaran kebencian dan jangan sampai golput," kata Ade. [rus]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya