Berita

Ratna Sarumpaet/RMOL

Politik

TKN Tuding Paslon Lain Terlibat Hoax Ratna

JUMAT, 01 FEBRUARI 2019 | 12:37 WIB | LAPORAN:

Kubu Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf mendorong agar kejaksaan mengusut keterlibatan pasangan calon presiden-cawapres tertentu dalam kasus hoax aktivis Ratna Sarumpaet.

TKN curiga hoax Ratna berkaitan kepentingan politik Pemilihan Presiden 2019.

"Kasus Ratna memang harus diproses, soalnya hoax-nya itu merusak demokrasi, merusak Pilpres,” tegas Wakil Ketua TKN Jokowi-Maruf, Johnny G Plate kepada wartawan di Jakarta, Jumat (1/2).


Berkas perkara Ratna berikut alat bukti telah dilimpahkan kepolisian ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, kemarin (Kamis, 31/1).

Johnny yang juga sekretaris jenderal Partai Nasdem menekankan kejaksaan jangan hanya menjerat Ratna.

Jika memang ada bukti kuat, pihak lain yang ikut menyebarkan hoax itu pun harus diproses hukum.

"Karena persoalannya bukan Ratna pribadi, ini hoax politik menggunakan Ratna dan melibatkan paslon lain. Kita serahkan kepada Polri dan kejaksaan, kita serahkah proses hukum dengan penegak hukum," tutup Johnny tanpa menyebut paslon dimaksudnya.

Kasus ini bermula dari beredarnya foto wajah Ratna Sarumpaet yang nampak lebam di media sosial.

Beberapa tokoh, terutama dari kubu oposisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bahkan sampai menggelar konferensi pers meminta kasus diduga 'penganiayaan' terhadap Ratna diusut tuntas.

Namun selang dua hari kemudian, Ratna mengaku wajah lebamnya karena operasi sedot lemak. Ia pun meminta maaf dan mengakui bersalah.

Kepolisian menjerat Ratna dengan Pasal 14 UU 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).[wid]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya