Berita

Politik

Tidak Ada Yang Ditakutkan Dalam Ulasan Indonesia Barokah

JUMAT, 01 FEBRUARI 2019 | 10:44 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sikap reaktif kubu pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menanggapi tabloid Indonesia Barokah dapat merugikan mereka sendiri.

"Sebenarnya tim Prabowo sedang menggali kuburnya sendiri, coba kalau itu didiamkan saja nggak ada masalah, karena sudah ditarik Bawaslu kok," kata Sekjen Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari) 98, Ferry Supriadi dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (31/1).

Apalagi, lanjut Ferry, tabloid tersebut membeberkan hal yang bersifat fakta sehingga bila dibaca secara keseluruhan maka publik bakal sadar dan lebih respek terhadap paslon petahana Jokowi-Maruf.


Menurutnya, sikap paslon 02 yang terkesan terzalimi bakal memicu penasaran publik untuk mendalami konten berita tabloid Indonesia Barokah, sehingga kembali menguntungkan Jokowi lantaran narasinya mendidik bukan menyudutkan.

Di tempat yang sama, Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto mempertanyakan apa yang ditakutkan dalam ulasan tabloid Indonesia Barokah. Mengingat tabloid tersebut mengemas fakta-fakta yang telah dipaparkan oleh media massa sebelumnya.

"Kalau merasa terancam berarti ada sesuatu yang benar yang disajikan oleh tabloit Indonesia Barokah, kan gitu. Kalau tidak merasa terganggu dibiarkan saja kemunculan tersebut," tuturnya. [rus]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya