Berita

Adhie M. Massardi/Net

Politik

Penahanan Ahmad Dhani Teguran Untuk Fadjroel Rachman Cs

KAMIS, 31 JANUARI 2019 | 18:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Dukungan moral tokoh Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M. Massardi terhadap musisi politisi Ahmad Dhani tampaknya tidak hanya lewat media sosial dengan cuitannya yang tajam.

Dalam waktu dekat, jubir presiden era Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) ini akan mengkonsolidasikan kelompok civil society untuk menyikapi perkembangan demokrasi dan kecenderungan otoritarianisme pemerintahan Joko Widodo dalam menghadapi perbedaan pendapat.
 
"Untuk menyikapi ancaman terhadap demokrasi dan situasi politik terkini, saya sudah melakukan pertemuan dengan aktivis pegiat HAM Natalius Pigai, Bambang Isti Nugroho (Direktur Eksekutif Indonesian Democracy Monitor, Indemo), dan Kepala Pusat Pengkajian Nusantara Pasifik (PPNP) Haris Rusly Moti, untuk mengagendakan konsolidasi kekuatan civil society," kata Adhie kepada pers di Jakarta siang ini (Kamis, 31/1).


"Jadi ini bukan sekedar memberikan dukungan moral kepada Ahmad Dhani yang kebetulan sesama Gusdurian pecinta demokrasi dan kebebasan berekspresi, yang sekarang dibui karena berseberangan dengan penguasa," sambung dia.
 
Sebagaimana diketahui, Dhani "Dewa" dalam beberapa tahun terakhir ini kerap melontarkan kritik secara vulgar kepada penguasa, dan divonis 1,5 tahun penjara oleh hakim ketua Ratmoho di PN Jaksel, Senin (28/1) hanya karena cuitannya dianggap menebar kebencian.

"Banyak peristiwa sejenis yang membuat bangsa ini setback dalam berdemokrasi, dan kalau tidak disikapi secara tegas, akan tampak sebagai kebenaran perilaku penguasa yang bisa berlanjut," ungkap ketua umum Perkumpulan SwingVoters (PSV) ini.

"Saya percaya, kalau Ahmad Dhani secara moral sudah sangat kuat, karena pasti sudah memperhitungkan segala resikonya sebelum memutuskan meninggalkan dunia gemerlap untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat di medan politik jalanan," tambahnya.

Menurut Adhie, Ahmad Dhani yang dikerangkeng rezim ini sedang menjalankan takdirnya sebagai pemantik api pergerakan yang dipadamkan oleh Fadjroel Rachman Cs, yang mematok cita-cita aktivis pergerakan hanya untuk menjadi komisaris perusahaan negara atau staf khusus di jajaran elite penguasa.

Dalam menyindir orientasi menyimpang para aktivis itu, lewat akun twitter @AdhieMassardi, penyair Negeri Para Bedebah ini menulis: SALUT DHANI ketika para aktivis tinggal gelanggang napaki jalan kekuasaan jadi benalu di perusahaan negara dan malamnya ngambil mikrofon berkaraoke lagu nostalgia, Ahmad Dhani ninggalkan jagat gemerlap para Dewa ngambil mikrofon di mobil komando orasi persoalkan nasib rakyat.

"InsyaAllah pekan depan kalangan civil society sudah bisa menyikapi situasi anomali demokrasi yang mencemaskan banyak orang ini," kata Adhie. [rus]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

PUI: Pernyataan Kapolri Bukan Ancaman Demokrasi

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:52

BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA Sesuai UUD 1945

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:34

HMI Sumut Desak Petugas Selidiki Aktivitas Gudang Gas Oplosan

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:26

Presiden Prabowo Diminta Bereskan Dalang IHSG Anjlok

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:16

Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Praka Hamid Korban Longsor Cisarua

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:54

PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:53

TSC Kopassus Cup 2026 Mengasah Skill dan Mental Petembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:23

RUU Paket Politik Menguap karena Himpitan Kepentingan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:45

Kuba Tuding AS Lakukan Pemerasan Global Demi Cekik Pasokan Minyak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:44

Unjuk Ketangkasan Menembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:20

Selengkapnya