Berita

Pengamat ekonomi politik dari AEPI, Salamuddin Daeng/Net

Bisnis

Salamuddin Daeng: Yield 11,625 Persen Masih Berlaku, Bukan Hoax

SELASA, 29 JANUARI 2019 | 15:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Penerbitan Surat Utang Negara (SUN) dengan imbal hasil (yield) hingga 11,625 persen tidak keliru. Pasalnya, bunga utang itu hingga saat ini belum ditutup.

Demikian disampaikan pengamat ekonomi politik dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng, Selasa (29/1).

"Masih berlaku, jadi tidak ada yang hoax. Kecuali surat utang itu sudah ditutup, tidak diperdagangkan lagi atau sudah dibayar lunas," ujar Salamuddin.


Awalnya, ekonom senior Dr. Rizal Ramli menyampaikan rencana pemerintah menerbitkan SUN sebesar 2 miliar dolar AS dengan yield 11,625 persen.

Namun, beberapa waktu kemudian, RR sapaan akrab pria itu mengoreksinya. Dia menyebutkan SUN dengan yield 11,625 persen adalah versi lama. Sementara yang terbaru sekitar 8,5 persen. Meski demikian, angka itu masih menjadi yang tertinggi dibandingkan Vietnam yakni 5 sampai 6 persen.

Kembali kepada Salamuddin, dia menyebutkan, yield 11,625 persen hingga saat ini masih berlaku. Adapun kode kupon dan perdagangannya adalah Sri Mulyani Indrawati, Menteri Ekonomi sekarang. Yaitu USY20721AP44, Y20721AP4.

"Jadi SMI ini lancang kalau soal utang dengan bunga tinggi, ngeri ini orang, terlalu lancang. Naikin-naikin bunga terus, dia nggak mikir masyarakat bayar berapa?" ujar Salamuddin.

Yield 8,5 persen juga dinilainya masih rawan.

"Perkiraan saya, akan naik bunga surat utang kita, karena resikonya makin tinggi. Berapa lama dia bertahan di angka 8 persen itu," tutupnya. [rus]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya