Berita

Presiden Donald Trump/Repro

Global

Update: Pemerintahan AS Kembali Dibuka Untuk Sementara

SABTU, 26 JANUARI 2019 | 02:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah dan Kongres Amerika Serikat baru saja mencapai kesepakatan untuk membuka kembali pemerintahan negara adidaya itu.

Namun pembukaan kembali pemerintahan AS hanya diberlakukan sementara, yakni selama tiga minggu.

Hal itu disampaikan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, beberapa saat lalu, Jumat siang waktu setempat (25/1).   


Dalam pernyataannya, Trump mengatakan, dirinya berharap pemerintahan akan kembali beroperasi secara normal pada tanggal 15 Februari mendatang.

Dia juga berharap, pemimpin fraksi mayoritas di Senat, Mitch McConnell, segera membawa persoalan ini ke Senat dalam waktu secepat mungkin.

Kesepakatan di antara kedua lembaga tinggi AS itu tidak menyangkut proposal yang diajukan Presiden Trump untuk membiayai pembangunan tembok di perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko.

Menurut CNBC, pembukaan sementara ini masih memiliki kemungkinan gagal apabila anggota Kongres tidak berhasil menemukan kesepakatan bersama di antara mereka pada pertengahan Februari

Pernyataan Trump itu disampaikaan di hari ke-35 penutupan pemerintahan.

"Seperti semua orang tahu, saya memiliki alternatif yang powerful. Tetapi saya tidak mau menggunakannya saat ini," ujar Trump di awal pernyatannya.


Dia juga memuji pekerja lembaga pemerintah federal yang telah berkorban selama masa shut down.

"Saya berterima kasih pada orang-orang yang bekerja di lembaga pemerintahan federal, dan keluarga mereka yang luar biasa, yang telah memperlihatkan keyakinan begitu besar di hadapan kesulitan ini. Anda orang-orang yang fantastik, Anda patriotik yang luar biasa," demikian Trump. [dem]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya